Kenapa Kadar Emas Tak Selalu Sama di Setiap Negara? Ini Penjelasannya

Ilustrasi emas (Beritasatu.com/Freepik)
Jakarta, Beritasatu.com – Fenomena kadar emas tidak selalu sama di setiap negara menarik perhatian banyak orang. Hal ini mencerminkan keanekaragaman standar legal, budaya, serta teknis dalam perdagangan logam mulia.
Baik dalam bentuk perhiasan maupun batangan investasi, kadar emas bervariasi karena dipengaruhi oleh regulasi, kultur lokal, hingga fungsi penggunaan.
Leonardo Di Caprio
00:00PreviousPauseNext
00:03 / 01:26MuteSettingsFullscreen
Copy video url
Play / Pause
Mute / Unmute
Report a problem
Language
Share
Vidverto Player
Berikut ini penjelasan lebih lengkap mengapa kadar emas tidak selalu sama di setiap negara. yang dikutip dari berbagai sumber, Rabu (27/8/2025).
Alasan Kadar Emas Tidak Selalu Sama di Setiap Negara
1. Standar legalisasi kadar minimum berbeda-beda
Setiap negara memiliki ambang batas minimum tertentu agar suatu logam bisa disebut sebagai emas. Di Amerika Serikat, standar minimum adalah 10 karat atau setara dengan 417 bagian per seribu.
ADVERTISEMENT
Sementara itu, di Inggris, Perancis, Austria, serta Portugal, batas minimum lebih rendah yaitu 9 karat atau 375 fineness. Bahkan di Jerman, Yunani, dan Denmark, ambang batas tersebut dapat turun hingga 8 karat atau 333 fineness. Perbedaan regulasi inilah yang membuat kadar emas bervariasi di berbagai pasar lokal.
BACA JUGA
2. Penggunaan sistem karat dan fineness
Secara global terdapat dua sistem utama untuk menunjukkan kemurnian emas. Sistem karat dihitung berdasarkan bagian per 24, misalnya 18K berarti 18 bagian emas murni dari total 24 bagian.
Sementara itu, sistem fineness menyatakan kadar emas dalam angka per seribu, seperti 999,9 yang berarti emas hampir murni. Perbedaan sistem ini sering kali membuat kadar emas terlihat berbeda meskipun kualitasnya sama.
3. Peran hallmark dan badan penguji
Keaslian kadar emas di sejumlah negara dijamin melalui hallmark, yakni cap resmi dari lembaga berwenang. Salah satu contoh yang terkenal adalah BIS Hallmark di India, yang menguji dan mengesahkan kadar emas sebelum diberi stempel resmi.
Keberadaan sistem hallmark ini menambah variasi standar emas antarnegara dan meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap produk emas yang beredar.
4. Perbedaan fungsi emas
Tujuan penggunaan emas juga memengaruhi kadar yang dipilih. Untuk perhiasan sehari-hari biasanya digunakan kadar 14K atau 18K karena lebih tahan lama dan tidak mudah penyok.
Sementara itu, emas untuk kepentingan investasi umumnya memiliki kadar 24K atau emas hampir murni karena nilai intrinsiknya jauh lebih tinggi. Berbagai kebutuhan inilah yang membuat kadar emas berbeda di tiap pasar.
5. Reputasi produsen dan pasar lokal
Kadar emas juga sangat dipengaruhi oleh reputasi produsen serta kondisi pasar di negara tersebut. Australia, Amerika Serikat, dan Swiss dikenal memproduksi emas berkadar tinggi dengan standar pemurnian modern dan reputasi mint yang kuat.
Sebaliknya, di beberapa negara berkembang, kadar emas bisa lebih beragam karena disesuaikan dengan kebutuhan lokal dan daya beli masyarakat.
BACA JUGA
6. Regulasi pajak dan tujuan konsumsi
Faktor lain yang menentukan kadar emas adalah regulasi pajak serta tujuan konsumsi. Misalnya di Jerman, emas investasi wajib memiliki kadar minimal 995 agar terbebas dari pajak pertambahan nilai (VAT).
Aturan semacam ini membuat produsen menyesuaikan kadar emas untuk memastikan produk mereka sesuai dengan ketentuan fiskal yang berlaku.
Perbedaan kadar emas di berbagai negara bukan disebabkan oleh kualitas logam itu sendiri, melainkan oleh variasi regulasi, sistem penilaian, latar budaya, fungsi penggunaan, hingga kebijakan pajak.
Bagi konsumen maupun investor emas global, memahami ragam standar ini sangat penting agar dapat membuat keputusan yang tepat dan bijak, baik untuk membeli perhiasan maupun emas batangan sebagai instrumen investasi.
