RI Butuh Pertumbuhan Ekonomi 7 Persen untuk Jadi Negara Maju 2045

Read Time:1 Minute, 32 Second
Pejalan kaki mengambil gambar kemacetan di Jalan Sudirman, kawasan Setiabudi, Jakarta, Jumat  25 April 2025.

Pejalan kaki mengambil gambar kemacetan di Jalan Sudirman, kawasan Setiabudi, Jakarta, Jumat 25 April 2025. (Berita Satu Photo/Joanito De Saojoao)

Jakarta, Beritasatu.com – Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) menilai Indonesia harus mencapai pertumbuhan ekonomi tahunan pada  kisaran 6%-7% hingga 2045 agar bisa bertransformasi menjadi negara maju dengan pendapatan tinggi.

Ketua Umum ISEI Perry Warjiyo menegaskan, target tersebut hanya bisa dicapai melalui perubahan struktural yang berfokus pada peningkatan produktivitas, disertai kolaborasi erat antara akademisi, dunia usaha, dan pemerintah.

https://imasdk.googleapis.com/js/core/bridge3.721.0_id.html#fid=goog_1598548903

https://imasdk.googleapis.com/js/core/bridge3.721.0_id.html#fid=goog_100834977

00:00PreviousPlayNext

00:00 / 00:59MuteSettingsFullscreen

Copy video url

Play / Pause

Mute / Unmute

Report a problem

Language

Share

Vidverto Player

advertisement

BACA JUGA

Luncurkan Stimulus, Pemerintah Bidik Pertumbuhan Ekonomi 5,2 Persen

“Tujuan akhir pembangunan adalah kesejahteraan rakyat, bukan sekadar angka makroekonomi,” ujarnya di Jakarta, Jumat (19/9/2025).

ADVERTISEMENT

https://de74508898ac6265a7ef80157d5ef8e0.safeframe.googlesyndication.com/safeframe/1-0-45/html/container.html

Kajian yang disusun ISEI dalam Kajian Kebijakan Publik (KKP) Volume 6.0 menekankan pentingnya pertumbuhan yang inklusif, efisien, merata, dan berkelanjutan. Pemikiran tersebut sejalan dengan gagasan begawan ekonomi Indonesia, Prof Soemitro Djojohadikoesoemo, yang menekankan arti penting kemandirian dan nasionalisme ekonomi.

ISEI juga menekankan strategi hilirisasi untuk meningkatkan nilai tambah, khususnya di sektor mineral dan pertanian, melalui pendekatan hilirisasi pangan end to end.

Sementara itu, digitalisasi ekonomi dipandang sebagai mesin baru pertumbuhan berkelanjutan karena mampu memperluas inklusi, meningkatkan efisiensi, serta mendorong produktivitas nasional sehingga membantu Indonesia terhindar dari jebakan kelas menengah (middle income trap).

BACA JUGA

Pada sisi lain, pembiayaan berperan vital dalam mendorong sektor perumahan dan UMKM. Sektor perumahan diposisikan sebagai motor penciptaan lapangan kerja sekaligus peningkat permintaan domestik.

ISEI juga menegaskan komitmennya memperkuat peran negara dalam pembangunan ekonomi di tengah ketidakpastian global. 

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Previous post Sterling Terseret Defisit Membengkak
Next post Emas Konsisten, Laju Pelonggaran Jadi Kunci