RI Butuh Pertumbuhan Ekonomi 7 Persen untuk Jadi Negara Maju 2045

Pejalan kaki mengambil gambar kemacetan di Jalan Sudirman, kawasan Setiabudi, Jakarta, Jumat 25 April 2025. (Berita Satu Photo/Joanito De Saojoao)
Jakarta, Beritasatu.com – Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) menilai Indonesia harus mencapai pertumbuhan ekonomi tahunan pada kisaran 6%-7% hingga 2045 agar bisa bertransformasi menjadi negara maju dengan pendapatan tinggi.
Ketua Umum ISEI Perry Warjiyo menegaskan, target tersebut hanya bisa dicapai melalui perubahan struktural yang berfokus pada peningkatan produktivitas, disertai kolaborasi erat antara akademisi, dunia usaha, dan pemerintah.
00:00PreviousPlayNext
00:00 / 00:59MuteSettingsFullscreen
Copy video url
Play / Pause
Mute / Unmute
Report a problem
Language
Share
Vidverto Player
advertisement
BACA JUGA
Luncurkan Stimulus, Pemerintah Bidik Pertumbuhan Ekonomi 5,2 Persen
“Tujuan akhir pembangunan adalah kesejahteraan rakyat, bukan sekadar angka makroekonomi,” ujarnya di Jakarta, Jumat (19/9/2025).
ADVERTISEMENT
Kajian yang disusun ISEI dalam Kajian Kebijakan Publik (KKP) Volume 6.0 menekankan pentingnya pertumbuhan yang inklusif, efisien, merata, dan berkelanjutan. Pemikiran tersebut sejalan dengan gagasan begawan ekonomi Indonesia, Prof Soemitro Djojohadikoesoemo, yang menekankan arti penting kemandirian dan nasionalisme ekonomi.
ISEI juga menekankan strategi hilirisasi untuk meningkatkan nilai tambah, khususnya di sektor mineral dan pertanian, melalui pendekatan hilirisasi pangan end to end.
Sementara itu, digitalisasi ekonomi dipandang sebagai mesin baru pertumbuhan berkelanjutan karena mampu memperluas inklusi, meningkatkan efisiensi, serta mendorong produktivitas nasional sehingga membantu Indonesia terhindar dari jebakan kelas menengah (middle income trap).
BACA JUGA
Pada sisi lain, pembiayaan berperan vital dalam mendorong sektor perumahan dan UMKM. Sektor perumahan diposisikan sebagai motor penciptaan lapangan kerja sekaligus peningkat permintaan domestik.
ISEI juga menegaskan komitmennya memperkuat peran negara dalam pembangunan ekonomi di tengah ketidakpastian global.
