Tarif 0 Persen 99 Produk AS Bakal Ganggu UMKM?

Read Time:1 Minute, 18 Second
Prabowo memberi keterangan pers seusai menghadiri pertemuan Board of Peace (BoP) di Washington, AS.

Prabowo memberi keterangan pers seusai menghadiri pertemuan Board of Peace (BoP) di Washington, AS. (Istimewa/Biro Pers Sekretariat Presiden)

Jakarta, Beritasatu.com – Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian (Kemenko Perekonomian) memberikan penjelasan mengenai berbagai pertanyaan publik terkait Perjanjian Perdagangan Resiprokal Indonesia–Amerika Serikat (AS) atau The Agreement on Reciprocal Trade (ART).

Juru Bicara Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto menyampaikan, pemerintah menyebut kebijakan penghapusan bea masuk hingga 0% untuk lebih dari 99% produk asal AS tidak berdampak negatif terhadap UMKM serta industri dalam negeri.

Advertisement

Kemenko Perekonomian menjelaskan tarif bea masuk most favoured nation (MFN) Indonesia pada dasarnya sudah relatif rendah. Rata-rata effective tariff rate berada di kisaran 8,1%.

“Indonesia juga telah menerapkan tarif 0% melalui berbagai perjanjian perdagangan bebas seperti free trade agreement (FTA) maupun comprehensive economic partnership agreement (CEPA) dengan sejumlah mitra dagang utama,” katanya.

“Negara-negara yang memiliki perjanjian perdagangan dengan Indonesia tersebut mencakup sekitar 80% dari total perdagangan nasional,” tambah dia.

Haryo melanjutkan, sebagian besar produk yang mendapatkan fasilitas tarif 0% merupakan barang input, bahan baku, barang modal, serta komponen industri dengan standar Amerika Serikat.

Produk-produk tersebut justru dibutuhkan pelaku usaha di dalam negeri, termasuk UMKM, untuk menghasilkan barang dengan kualitas lebih baik serta harga yang lebih kompetitif baik di pasar domestik maupun ekspor.

Pemerintah juga menegaskan tetap memiliki instrumen perlindungan apabila aktivitas perdagangan dinilai mengancam keberlangsungan industri dalam negeri.

“Instrumen yang dapat digunakan antara lain bea masuk tambahan seperti safeguardanti-dumping, dan antisubsidy sesuai ketentuan Organisasi Perdagangan Dunia atau WTO,” katanya.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Analisis GBP/USD Bertahan Hijau, Dolar Goyang Karena Tarif - Data Pasar 2026-02-23 Previous post GBP/USD Bertahan Hijau, Dolar Goyang Karena Tarif
Analisis Minyak Turun, Pasar Pantau Deal Nuklir AS - Iran - Data Pasar 2026-02-23 Next post Minyak Turun, Pasar Pantau Deal Nuklir AS – Iran