Dolar Melemah, Pasar Cerna Keputusan Bank Sentral di Tengah Guncangan Energi

Dolar Melemah, Pasar Cerna Keputusan Bank Sentral di Tengah Guncangan Energi
Dolar AS melemah tipis terhadap mata uang utama pada Kamis(19/3), ketika pelaku Pasar cenderung menahan risiko di ekuitas di tengah rangkaian keputusan kebijakan bank sentral. Indeks Spot Dolar Bloomberg turun 0,1% setelah menguat 0,5% pada Rabu yang didorong komentar hawkish Ketua The Fed Jerome Powell dan lonjakan Minyak.
Guncangan energi kembali menjadi latar utama. Harga gas alam Eropa melonjak hingga 35% setelah serangan rudal Iran merusak fasilitas ekspor LNG terbesar di dunia. Di sisi geopolitik, Presiden Donald Trump menyatakan di Truth Social bahwa AS “tidak tahu apa-apa” mengenai serangan Israel terhadap ladang gas South Pars Iran dan “sama sekali tidak terlibat”, yang sempat menekan saham di awal sesi.
Di Pasar valuta, USD/JPY turun hingga 0,5% ke 159,04 setelah Menteri Keuangan Jepang Satsuki Katayama menegaskan urgensi tinggi terhadap pergerakan yen dan menyatakan otoritas siap merespons kapan saja. EUR/CHF naik 0,3% ke 0,9110 setelah Presiden SNB Martin Schlegel mengatakan ambang untuk kembali ke suku bunga negatif tetap tinggi. EUR/SEK memangkas penurunan menjadi sekitar 10,7757 usai keputusan Riksbank.
GBP/USD naik 0,1% ke 1,3275, sementara AUD/USD sempat naik hingga 0,5% ke 0,7056 sebelum memangkas kenaikan. Dari Australia, pengangguran Februari tetap relatif rendah di tengah peningkatan lapangan kerja, memperkuat pandangan bahwa ekonomi masih cukup tangguh menghadapi kebijakan moneter yang lebih ketat.(alg)
Sumber: Newsmaker.id
Panduan Analisis Pasar Keuangan
Untuk sukses dalam trading dan Portofolio Investasi, penting untuk memahami berbagai alat analisis yang tersedia:
analisis fundamental
Analisis fundamental melibatkan studi mendalam tentang kondisi ekonomi, kebijakan moneter, dan faktor makro yang mempengaruhi Pasar. Tools seperti kalender ekonomi dan laporan fundamental menjadi kunci.
Analisis Teknikal
Analisis teknikal menggunakan data harga historis dan volume untuk memprediksi pergerakan masa depan. Indikator seperti moving average, RSI, dan MACD sering digunakan oleh trader.
Manajemen Risiko
Implementasi manajemen risiko yang tepat, termasuk position sizing dan stop-loss, sangat penting untuk keberlanjutan trading dalam jangka panjang.
