Perak Tetap Volatil, Hormuz dan Inflasi Jaga Tekanan Pasar

Perak Tetap Volatil, Hormuz dan Inflasi Jaga Tekanan Pasar
Harga Perak bertahan di atas $78 per ons pada Kamis (23/04), namun pergerakan tetap volatil di tengah ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah dan kebuntuan Selat Hormuz. Gangguan di jalur energi tersebut menjaga harga energi tinggi dan mempertahankan risiko inflasi, sehingga sentimen Pasar logam mulia masih rapuh.
Teheran disebut tetap mengendalikan jalur pelayaran dengan membatasi hampir seluruh lalu lintas internasional dan ada laporan penembakan terhadap kapal komersial pekan ini. Di sisi lain, AS mempertahankan blokade pelabuhan Iran untuk meningkatkan tekanan, langkah yang dikecam Iran sebagai pelanggaran gencatan senjata, sementara Presiden Donald Trump mengatakan gencatan akan berlaku tanpa batas waktu sambil menunggu proposal perdamaian baru.
Secara fundamental, Perak berada di bawah tekanan sejak konflik dimulai karena kenaikan harga energi memicu kekhawatiran inflasi dan meningkatkan peluang bank sentral menahan suku bunga lebih lama atau menaikkannya. Kondisi tersebut menekan aset tanpa imbal hasil dan memperpanjang volatilitas, dengan Perak disebut sudah turun sekitar 17% sejak perang dimulai. (Asd)
Source: Newsmaker.id
Panduan Analisis Pasar Keuangan
Untuk sukses dalam trading dan Instrumen Investasi, penting untuk memahami berbagai alat analisis yang tersedia:
Analisis Fundamental
Analisis fundamental melibatkan studi mendalam tentang kondisi ekonomi, kebijakan moneter, dan faktor makro yang mempengaruhi Pasar. Tools seperti kalender ekonomi dan laporan fundamental menjadi kunci.
Analisis Teknikal
Analisis teknikal menggunakan data harga historis dan volume untuk memprediksi pergerakan masa depan. Indikator seperti moving average, RSI, dan MACD sering digunakan oleh trader.
Manajemen Risiko
Implementasi manajemen risiko yang tepat, termasuk position sizing dan stop-loss, sangat penting untuk keberlanjutan trading dalam jangka panjang.
