Analisis Minyak Naik Setelah Dialog AS-Iran Ditunda - Data Pasar 2026-06-20

Minyak Naik Setelah Dialog AS-Iran Ditunda

Read Time:3 Minute, 47 Second

Analisis Minyak Naik Setelah Dialog AS-Iran Ditunda - Data Pasar 2026-06-20

Minyak Naik Setelah Dialog AS-Iran Ditunda

Harga Minyak Brent menguat pada Jumat (19/6) setelah pembicaraan AS-Iran di Swiss dibatalkan secara mendadak, menambah ketidakpastian terhadap upaya mengubah kesepakatan sementara menjadi perdamaian permanen. Brent naik 0,9% dan ditutup di $80,57 per barel, sementara WTI sempat menguat 1,23% ke $77,54 per barel pada perdagangan Jumat siang.
Kementerian Luar Negeri Swiss menyatakan pertemuan AS-Iran yang dijadwalkan berlangsung di Bürgenstock tidak berjalan sesuai rencana. Gedung Putih juga menyebut Wakil Presiden JD Vance tidak lagi berangkat ke Swiss karena masih ada persoalan logistik dalam negosiasi.
Harga sempat berbalik melemah setelah Israel dan Hizbullah yang didukung Iran menyepakati gencatan senjata. Namun, tekanan itu tidak bertahan karena Pasar masih mempertanyakan apakah kesepakatan sementara AS-Iran dapat berkembang menjadi perjanjian yang lebih kuat dan mampu menjamin pemulihan penuh arus energi.
Wakil Presiden JD Vance sebelumnya mengatakan kapal tanker yang membawa lebih dari 12 juta barel Minyak telah melintasi Selat Hormuz dalam semalam. Ia juga menyebut Iran tidak menembaki kapal di jalur tersebut selama dua malam berturut-turut, yang dinilai sebagai tanda awal bahwa Teheran menjalankan komitmennya.
Meski demikian, pemulihan fisik belum sepenuhnya meyakinkan. Sejumlah perusahaan pelayaran besar belum kembali melintasi Hormuz, sementara biaya asuransi masih tinggi. Kondisi ini menunjukkan Pasar tetap berhati-hati terhadap kecepatan normalisasi jalur energi utama tersebut.
Sekretaris Jenderal OPEC Haitham Al Ghais mengatakan organisasi tersebut tidak memperkirakan permintaan Minyak mencapai puncaknya dalam waktu dekat. Ia juga menolak proyeksi International Energy Agency yang memperkirakan potensi kelebihan pasokan di masa depan, dengan menekankan bahwa OPEC lebih fokus pada data fundamental aktual.
Analis PVM Oil Associates, Tamas Varga, menilai pembukaan bersyarat Selat Hormuz, pencabutan status force majeure oleh Kuwait, dan berakhirnya blokade laut AS telah meyakinkan investor bahwa gangguan besar yang sempat mendorong harga Minyak di atas $120 telah berakhir. Namun, ia memperingatkan bahwa aksi jual terbaru mungkin tidak berkelanjutan dalam jangka pendek meski gencatan 60 hari menjadi langkah positif.
Tiago Lacerda dari Axi memperkirakan Minyak dapat bergerak di kisaran $75 sampai $82 per barel dalam waktu dekat, dengan Brent telah turun sekitar 36% dari puncak selama konflik. Fokus Pasar berikutnya tertuju pada apakah pembukaan fisik Hormuz benar-benar berjalan, apakah jalur pelayaran besar kembali aktif, serta apakah biaya asuransi mulai turun.(yds)
Sumber: Newsmaker.id

Analisis Komprehensif Pasar Minyak

Pasar Minyak dunia mengalami dinamika yang kompleks dipengaruhi faktor supply-demand, geopolitik, dan kebijakan energi global.

Faktor Penentu Harga Minyak

  • Kebijakan OPEC+: Kuota produksi dari kartel Minyak mempengaruhi supply global.
  • Data Inventori AS: Laporan mingguan EIA menjadi indikator penting demand.
  • Tensi Timur Tengah: Stabilitas kawasan produsen Minyak utama.
  • Permintaan Global: Pemulihan ekonomi pasca-pandemic mempengaruhi konsumsi.

Panduan Analisis Pasar Keuangan

Untuk sukses dalam Software Trading dan investasi, penting untuk memahami berbagai alat analisis yang tersedia:

Analisis Fundamental

Analisis fundamental melibatkan studi mendalam tentang kondisi ekonomi, kebijakan moneter, dan faktor makro yang mempengaruhi Pasar. Tools seperti kalender ekonomi dan laporan fundamental menjadi kunci.

Analisis Teknikal

Analisis teknikal menggunakan data harga historis dan volume untuk memprediksi pergerakan masa depan. Indikator seperti moving average, RSI, dan MACD sering digunakan oleh trader.

Manajemen Risiko

Implementasi manajemen risiko yang tepat, termasuk position sizing dan stop-loss, sangat penting untuk keberlanjutan trading dalam jangka panjang.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Analisis Emas Melemah, Hawkish Fed Kalahkan Sentimen Iran - Data Pasar 2026-06-20 Previous post Emas Melemah, Hawkish Fed Kalahkan Sentimen Iran
Analisis Minyak Naik, Damai AS-Iran Diuji Lagi! - Data Pasar 2026-06-22 Next post Minyak Naik, Damai AS-Iran Diuji Lagi!