Analisis Dolar AS Melemah, Pasar Cermati Sinyal Terbelah The Fed - Data Pasar 2026-07-10

Dolar AS Melemah, Pasar Cermati Sinyal Terbelah The Fed

Read Time:3 Minute, 42 Second

Analisis Dolar AS Melemah, Pasar Cermati Sinyal Terbelah The Fed - Data Pasar 2026-07-10

Dolar AS Melemah, Pasar Cermati Sinyal Terbelah The Fed

Dolar AS sedikit melemah pada perdagangan Kamis (9/7), seiring meredanya kekhawatiran inflasi setelah harga Minyak kembali turun. Pasar juga masih mencerna risalah rapat Federal Reserve yang menunjukkan perdebatan internal terkait arah suku bunga masih cukup seimbang.
Indeks Dolar AS, yang mengukur kekuatan greenback terhadap enam mata uang utama dunia, turun tipis ke level 100,96 pada pukul 15.55 ET atau 19.55 GMT.
Risalah rapat FOMC 16–17 Juni menunjukkan beberapa pejabat sempat mendukung kenaikan suku bunga segera. Namun, The Fed akhirnya mempertahankan suku bunga acuan, meski proyeksi dot plot terbaru masih menunjukkan kecenderungan hawkish.
Perdebatan di internal The Fed terlihat cukup terbelah. Sebagian pejabat melihat peluang inflasi kembali mendekati target 2% dengan sendirinya, sementara sebagian lainnya menilai tekanan harga bisa tetap tinggi akibat permintaan terkait artificial intelligence, perang Iran, atau dampak Tarif.
Sentimen terhadap Dolar juga dipengaruhi pergerakan harga Minyak. Setelah sempat naik akibat eskalasi konflik AS-Iran, Minyak kembali turun setelah Presiden Donald Trump menyebut Iran sangat ingin mencapai kesepakatan.
Komentar Trump membuat pelaku Pasar berharap konflik tidak kembali berubah menjadi perang penuh. Sebelumnya, AS melancarkan serangan terhadap sekitar 170 target di Iran sebagai balasan atas serangan terhadap tiga tanker komersial.
Meski begitu, risiko geopolitik belum sepenuhnya hilang. Iran membalas dengan menyerang pangkalan AS di kawasan Teluk, sementara Trump juga sempat menyatakan bahwa gencatan senjata dengan Iran sudah “berakhir”.
Presiden The Fed New York John Williams mengatakan ia tidak memperkirakan kenaikan harga energi akan berlangsung lama sepanjang sisa tahun ini. Pernyataan tersebut membantu meredakan sebagian kekhawatiran Pasar terhadap inflasi energi.
Di Asia, yuan China menguat terhadap Dolar AS. Pasangan USD/CNY turun 0,1% ke level 6,7921, meskipun data inflasi China menunjukkan sinyal yang beragam.
Data Pemerintah menunjukkan indeks harga produsen China atau PPI naik 4,1% secara tahunan pada Juni, tertinggi sejak Juli 2022. Namun, inflasi konsumen atau CPI hanya naik 1,0%, melambat dari kenaikan 1,2% pada bulan sebelumnya.
Sementara itu, yen Jepang juga mencatat Penguatan langka terhadap Dolar AS. USD/JPY turun 0,1% ke level 162,40, meski yen masih berada di sekitar level terlemah dalam empat dekade dan tetap bertahan di atas area 160.
Bagi market, pelemahan Dolar AS mencerminkan kombinasi antara turunnya harga Minyak, ketidakpastian arah suku bunga The Fed, dan meningkatnya permintaan terhadap mata uang lain seperti yuan dan yen. Namun, selama risiko geopolitik dan inflasi belum mereda sepenuhnya, tekanan terhadap Dolar kemungkinan masih terbatas.(arl)
Sumber:: Newsmaker.id

Panduan Analisis Pasar Keuangan

Untuk sukses dalam trading dan Strategi Investasi, penting untuk memahami berbagai alat analisis yang tersedia:

Analisis Fundamental

Analisis fundamental melibatkan studi mendalam tentang kondisi ekonomi, kebijakan moneter, dan faktor makro yang mempengaruhi Pasar. Tools seperti kalender ekonomi dan laporan fundamental menjadi kunci.

Analisis Teknikal

Analisis teknikal menggunakan data harga historis dan volume untuk memprediksi pergerakan masa depan. Indikator seperti moving average, RSI, dan MACD sering digunakan oleh trader.

Manajemen Risiko

Implementasi manajemen risiko yang tepat, termasuk position sizing dan stop-loss, sangat penting untuk keberlanjutan trading dalam jangka panjang.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Analisis Minyak Terkoreksi Tajam, Hormuz Masih Jadi Risiko Besar - Data Pasar 2026-07-10 Previous post Minyak Terkoreksi Tajam, Hormuz Masih Jadi Risiko Besar
Analisis EUR/USD Menanjak Saat Pasar Antisipasi Pengetatan ECB - Data Pasar 2026-07-10 Next post EUR/USD Menanjak Saat Pasar Antisipasi Pengetatan ECB