Analisis Minyak Terkoreksi Tajam, Hormuz Masih Jadi Risiko Besar - Data Pasar 2026-07-10

Minyak Terkoreksi Tajam, Hormuz Masih Jadi Risiko Besar

Read Time:4 Minute, 27 Second

Analisis Minyak Terkoreksi Tajam, Hormuz Masih Jadi Risiko Besar - Data Pasar 2026-07-10

Minyak Terkoreksi Tajam, Hormuz Masih Jadi Risiko Besar

Harga Minyak turun sekitar 2% pada perdagangan Kamis (9/7), meski risiko pasokan masih membayangi Pasar akibat konflik Amerika Serikat dan Iran. Investor mulai khawatir bahwa kenaikan inflasi dan tekanan ekonomi global dapat melemahkan permintaan energi.
Minyak Brent turun US$1,72 atau 2,2% dan ditutup di level US$76,30 per barel. Sementara itu, West Texas Intermediate atau WTI melemah US$1,44 atau 2,0% ke US$72,08 per barel.
Penurunan ini terjadi setelah Brent dan WTI sebelumnya sempat ditutup di level tertinggi sejak akhir Juni. Artinya, Pasar mulai melakukan aksi ambil untung sambil menimbang apakah risiko geopolitik benar-benar cukup kuat untuk menjaga harga tetap tinggi.
Ketegangan di Timur Tengah masih menjadi fokus utama. Pasukan Iran melancarkan serangan terhadap infrastruktur militer AS di sejumlah negara Teluk setelah Washington menyerang wilayah pesisir selatan dan provinsi timur Iran.
Eskalasi tersebut semakin menekan perjanjian gencatan senjata yang baru berjalan sekitar tiga pekan. Di saat yang sama, Iran juga memakamkan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei di Mashhad, setelah ia tewas pada hari pertama perang pada 28 Februari.
Selat Hormuz kembali menjadi titik panas. Sebelum perang, jalur ini menangani sekitar 20% pasokan Minyak global. Namun, pembukaan penuh selat tersebut masih tertunda akibat konflik dan intervensi militer di kawasan.
Garda Revolusi Iran menyebut serangan AS dan pengalihan jalur pelayaran telah mengganggu proses pembukaan kembali Selat Hormuz. Kondisi ini membuat Pasar tetap waspada terhadap kemungkinan gangguan pasokan Minyak global.
Namun, tekanan terhadap harga datang dari sisi permintaan. Di Amerika Serikat, klaim pengangguran awal turun pada pekan lalu, menunjukkan Pasar tenaga kerja masih relatif stabil. Risalah rapat The Fed juga memperlihatkan pejabat bank sentral masih mencemaskan inflasi.
Presiden The Fed New York John Williams mengatakan ia tidak memperkirakan kenaikan harga energi akan berlangsung lama sepanjang sisa tahun ini. Namun, Pasar tetap berhati-hati karena suku bunga tinggi dapat menekan pertumbuhan ekonomi dan mengurangi permintaan Minyak.
Dari China, tekanan juga datang setelah inflasi produsen melonjak ke level tertinggi dalam empat tahun pada Juni. Kondisi ini menekan margin produsen, terutama karena permintaan domestik masih lemah dan ruang kenaikan harga terbatas.
Di Eropa, Pasar energi juga mencermati serangan drone Ukraina terhadap belasan tanker Rusia di Laut Azov. Serangan itu menjadi bagian dari upaya mengganggu pasokan bahan bakar Rusia dan menambah ketidakpastian pasokan energi global.
Sementara itu, harga diesel AS sempat mencatat lonjakan harian terbesar dalam empat tahun setelah Rusia mengumumkan larangan ekspor bahan bakar industri. Kebijakan ini memperbesar kekhawatiran pasokan di tengah ketidakpastian aliran Minyak Timur Tengah.
Bagi market, koreksi Minyak saat ini menunjukkan bahwa risiko geopolitik saja belum cukup untuk menjaga harga tetap naik. Investor mulai lebih fokus pada dampak inflasi, suku bunga tinggi, dan potensi pelemahan permintaan global.
Selama Selat Hormuz belum sepenuhnya dibuka dan konflik AS-Iran belum mereda, harga Minyak masih berpotensi volatil. Namun, jika kekhawatiran terhadap permintaan global makin besar, Brent dan WTI bisa tetap berada dalam tekanan meski risiko pasokan belum hilang.(arl)
Sumber:: Newsmaker.id

Analisis Komprehensif Pasar Minyak

Pasar Minyak dunia mengalami dinamika yang kompleks dipengaruhi faktor supply-demand, geopolitik, dan kebijakan energi global.

Faktor Penentu Harga Minyak

  • Kebijakan OPEC+: Kuota produksi dari kartel Minyak mempengaruhi supply global.
  • Data Inventori AS: Laporan mingguan EIA menjadi indikator penting demand.
  • Tensi Timur Tengah: Stabilitas kawasan produsen Minyak utama.
  • Permintaan Global: Pemulihan ekonomi pasca-pandemic mempengaruhi konsumsi.

Panduan Analisis Pasar Keuangan

Untuk sukses dalam Software Trading dan investasi, penting untuk memahami berbagai alat analisis yang tersedia:

analisis fundamental

Analisis fundamental melibatkan studi mendalam tentang kondisi ekonomi, kebijakan moneter, dan faktor makro yang mempengaruhi Pasar. Tools seperti kalender ekonomi dan laporan fundamental menjadi kunci.

Analisis Teknikal

Analisis teknikal menggunakan data harga historis dan volume untuk memprediksi pergerakan masa depan. Indikator seperti moving average, RSI, dan MACD sering digunakan oleh trader.

Manajemen Risiko

Implementasi manajemen risiko yang tepat, termasuk position sizing dan stop-loss, sangat penting untuk keberlanjutan trading dalam jangka panjang.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Analisis Emas Rebound, The Fed dan Konflik Membayangi - Data Pasar 2026-07-10 Previous post Emas Rebound, The Fed dan Konflik Membayangi
Analisis Dolar AS Melemah, Pasar Cermati Sinyal Terbelah The Fed - Data Pasar 2026-07-10 Next post Dolar AS Melemah, Pasar Cermati Sinyal Terbelah The Fed