BI Pasang Jurus Baru untuk Jaga Rupiah

Read Time:1 Minute, 38 Second
Ilustrasi rupiah.

Ilustrasi rupiah. (Antara/Rivan Awal Lingga)

Jakarta, Beritasatu.com – Nilai tukar rupiah kembali menguat ke Rp 17.885 per dolar Amerika Serikat (AS) pada Selasa (21/7/2026), setelah sempat melemah sejak akhir Juni 2026 akibat kembali meningkatnya konflik di Timur Tengah dan menguatnya ekspektasi pasar terhadap kenaikan fed fund rate (FFR).

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menyampaikan, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS relatif stabil dibandingkan dengan level akhir Juni 2026 sebesar Rp 17.880. Guna tetap menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, Bank Indonesia terus mengoptimalkan intervensi baik di pasar non-deliverable forward (NDF) luar negeri (off-shore) maupun transaksi spot dan domestic non-deliverable forward (DNDF) di pasar dalam negeri. 

GliaStudios

“Suku bunga sekuritas rupiah Bank Indonesia (SRBI) dinaikkan untuk menarik aliran masuk investasi portofolio asing dan memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah,” kata Perry Warjiyo, Rabu (22/7/2026).

Sementara itu, kepemilikan nonresiden di SRBI meningkat dari Rp 238,09 triliun pada 15 Juni 2026 menjadi Rp 288,65 triliun (27,11% dari total posisi SRBI) pada 20 Juli 2026. 

ADVERTISEMENT

Bank Indonesia juga mengoptimalkan seluruh instrumen moneter dan memberikan insentif penurunan tingkat swap lindung nilai (hedging swap) sebesar 10% bagi investor asing guna semakin meningkatkan daya tarik masuknya investor asing serta mengkompensasi kewajiban yang selama ini ditanggung investor. 

BACA JUGA

“Bank Indonesia juga memperluas instrumen operasi moneter valuta asing dengan instrumen spot dan swap dalam valuta offshore Chinese renminbi (CNH) terhadap rupiah sejalan dengan meluasnya penggunaan mata uang lokal (local currency transaction/LCT) untuk penyelesaian transaksi perdagangan dan investasi,” lanjutnya.

Ke depan, kata Perry, Bank Indonesia akan terus memperluas pemberian insentif untuk tetap menarik aliran masuk modal asing dan memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah. Bank Indonesia meyakini nilai tukar rupiah akan stabil dan cenderung menguat, didukung oleh komitmen Bank Indonesia melalui berbagai penguatan stabilisasi nilai tukar rupiah, imbal hasil yang menarik, serta prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tetap baik.  

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Analisis Dolar Tertahan, Investor Tunggu Bank Sentral - Data Pasar 2026-07-21 Previous post Dolar Tertahan, Investor Tunggu Bank Sentral