Pasar Modal Diawasi Ketat, OJK Sudah Jatuhkan 1.277 Sanksi

Read Time:6 Minute, 22 Second
Ilustrasi OJK

Ilustrasi OJK (Antara/Aris Wasita)

Jakarta, Beritasatu.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah menjatuhkan 1.277 sanksi administratif, larangan, dan/atau perintah tertulis kepada pelaku industri pasar modal sepanjang 2026 hingga 31 Agustus.

Sanksi tersebut diberikan kepada berbagai pihak di industri pasar modal, mulai dari emiten, perusahaan publik, profesi penunjang pasar modal, hingga pihak terkait lainnya. Pelanggaran yang menjadi dasar pemberian sanksi antara lain terkait ketidakpatuhan terhadap peraturan pasar modal dan keterlambatan penyampaian laporan.

https://imasdk.googleapis.com/js/core/bridge3.787.0_id.html#deid=%22%22&eventfe_experiment_ids=%5B%5D&fid=%22goog_1772627130%22&genotype_experiment_data=%7B%22experimentStateProto%22%3A%22%5B%5B%5B45713128%2Cnull%2Cnull%2C%5B%5D%5D%2C%5B962325777%2Cnull%2Cnull%2C%5B%5D%5D%2C%5B45796605%2Cnull%2Cnull%2C%5B%5D%5D%2C%5B45816264%2Cnull%2Cnull%2C%5B%5D%5D%2C%5B45761044%2Cnull%2Cnull%2C%5B%5D%5D%2C%5B45722344%2Cnull%2Cnull%2C%5B%5D%5D%2C%5B45801847%2Cnull%2Cnull%2C%5B%5D%5D%2C%5B45784857%2Cnull%2Cnull%2C%5B%5D%5D%2C%5B45668885%2Cnull%2Cnull%2C%5B%5D%5D%2C%5B45685340%2Cnull%2Cnull%2C%5B%5D%5D%2C%5B45734716%2Cnull%2Cnull%2C%5B%5D%5D%2C%5B45735891%2Cnull%2Cnull%2C%5B%5D%5D%2C%5B45663239%2Cnull%2Cnull%2C%5B%5D%5D%2C%5B839547366%2Cnull%2Cnull%2C%5B1%5D%5D%2C%5B45676441%2Cnull%2Cnull%2C%5B%5D%5D%2C%5Bnull%2C45645574%2Cnull%2C%5B%5D%5D%2C%5B45688859%2Cnull%2Cnull%2C%5B%5D%5D%2C%5B45685601%2Cnull%2Cnull%2C%5B1%5D%5D%2C%5Bnull%2C45685602%2Cnull%2C%5Bnull%2C100%5D%5D%2C%5B45830425%2Cnull%2Cnull%2C%5B%5D%5D%2C%5B45820997%2Cnull%2Cnull%2C%5B%5D%5D%2C%5Bnull%2C45812678%2Cnull%2C%5B%5D%5D%2C%5B45756824%2Cnull%2Cnull%2C%5B1%5D%5D%2C%5B45794243%2Cnull%2Cnull%2C%5B%5D%5D%2C%5B45747172%2Cnull%2Cnull%2C%5B%5D%5D%2C%5B775241416%2Cnull%2Cnull%2C%5B%5D%5D%2C%5B781107959%2Cnull%2Cnull%2C%5B%5D%5D%2C%5B781107958%2Cnull%2Cnull%2C%5B%5D%5D%2C%5B792614055%2Cnull%2Cnull%2C%5B%5D%5D%2C%5B781107957%2Cnull%2Cnull%2C%5B%5D%5D%2C%5B45729602%2Cnull%2Cnull%2C%5B%5D%5D%2C%5B45753603%2Cnull%2Cnull%2C%5B%5D%5D%2C%5B45753604%2Cnull%2Cnull%2C%5B%5D%5D%5D%2C%5B%5B16%2C%5B%5B1%2C%5B%5B31089630%5D%2C%5B31089631%2C%5B%5B45668885%2Cnull%2Cnull%2C%5B1%5D%5D%5D%5D%5D%5D%2C%5B10%2C%5B%5B83323635%5D%2C%5B83323636%2C%5B%5Bnull%2C45812678%2Cnull%2C%5Bnull%2C100%5D%5D%5D%5D%5D%5D%2C%5B10%2C%5B%5B83323831%5D%2C%5B83323832%2C%5B%5B962325777%2Cnull%2Cnull%2C%5B1%5D%5D%5D%5D%5D%5D%2C%5B50%2C%5B%5B83323870%5D%2C%5B83323871%2C%5B%5B45830425%2Cnull%2Cnull%2C%5B1%5D%5D%5D%5D%5D%5D%2C%5B1000%2C%5B%5B95332046%5D%5D%5D%2C%5Bnull%2C%5B%5B95332047%5D%5D%5D%2C%5B10%2C%5B%5B95338769%2C%5B%5Bnull%2C45645574%2Cnull%2C%5Bnull%2C1%5D%5D%5D%5D%2C%5B95338770%2C%5B%5Bnull%2C45645574%2Cnull%2C%5Bnull%2C2%5D%5D%5D%5D%5D%5D%2C%5B50%2C%5B%5B95351425%5D%2C%5B95351426%2C%5B%5B45676441%2Cnull%2Cnull%2C%5B1%5D%5D%5D%5D%5D%5D%2C%5B1%2C%5B%5B95373378%2C%5B%5B792614055%2Cnull%2Cnull%2C%5B1%5D%5D%5D%5D%2C%5B95373379%2C%5B%5B45747172%2Cnull%2Cnull%2C%5B1%5D%5D%2C%5B781107959%2Cnull%2Cnull%2C%5B1%5D%5D%2C%5B792614055%2Cnull%2Cnull%2C%5B1%5D%5D%2C%5B781107957%2Cnull%2Cnull%2C%5B1%5D%5D%5D%5D%5D%5D%2C%5B10%2C%5B%5B95378629%5D%2C%5B95378630%2C%5B%5B45729602%2Cnull%2Cnull%2C%5B1%5D%5D%5D%5D%2C%5B95381582%2C%5B%5B45729602%2Cnull%2Cnull%2C%5B1%5D%5D%2C%5B45753603%2Cnull%2Cnull%2C%5B1%5D%5D%5D%5D%2C%5B95381583%2C%5B%5B45729602%2Cnull%2Cnull%2C%5B1%5D%5D%2C%5B45753604%2Cnull%2Cnull%2C%5B1%5D%5D%5D%5D%5D%5D%2C%5B10%2C%5B%5B95389581%5D%2C%5B95389582%2C%5B%5B635466687%2Cnull%2Cnull%2C%5B1%5D%5D%5D%5D%5D%5D%2C%5Bnull%2C%5B%5B95391735%5D%5D%5D%2C%5B50%2C%5B%5B95393784%5D%2C%5B95393785%2C%5B%5B45796605%2Cnull%2Cnull%2C%5B1%5D%5D%5D%5D%5D%5D%2C%5B50%2C%5B%5B95394237%5D%2C%5B95394238%2C%5B%5B45801847%2Cnull%2Cnull%2C%5B1%5D%5D%5D%5D%5D%5D%2C%5B50%2C%5B%5B95396036%5D%2C%5B95396037%2C%5B%5B45756824%2Cnull%2Cnull%2C%5B%5D%5D%5D%5D%5D%5D%2C%5Bnull%2C%5B%5B95396834%5D%2C%5B95396835%2C%5B%5B45816264%2Cnull%2Cnull%2C%5B1%5D%5D%5D%5D%5D%5D%2C%5B50%2C%5B%5B95398187%5D%2C%5B95398188%2C%5B%5B945081832%2Cnull%2Cnull%2C%5B1%5D%5D%5D%5D%5D%5D%2C%5B10%2C%5B%5B95398837%5D%2C%5B95398838%2C%5B%5Bnull%2C960449109%2Cnull%2C%5Bnull%2C1%5D%5D%5D%5D%5D%5D%5D%5D%5D%2Cnull%2Cnull%2C%5Bnull%2C1000%2C1%2C1000%5D%5D%22%7D&imalib_experiments=%5B95322027%2C95331589%2C95332046%2C95398187%5D&is_eap_loader=false&managed_js_experiment_id=0&page_correlator=3606890057071767&pvsid=8633947217492050&top_accessible_page_url=%22https%3A%2F%2Fwww.beritasatu.com%2Fekonomi%2F3023499%2Fpasar-modal-diawasi-ketat-ojk-sudah-jatuhkan-1277-sanksi%22

Powered by

GliaStudios

Kepala Departemen Surveillance dan Kebijakan Sektor Jasa Keuangan Terintegrasi OJK Agus Firmansyah mengatakan, pemberian sanksi merupakan bagian dari langkah OJK untuk memastikan pelaku industri mematuhi ketentuan yang berlaku.

“OJK akan terus mengambil tindakan tegas sesuai dengan kewenangan yang dimiliki untuk mendorong kepatuhan pelaku industri, serta memberikan efek jera terhadap pihak yang melakukan pelanggaran sehingga Pasar Modal Indonesia dapat berjalan secara teratur, wajar, dan efisien serta berintegritas,” kata Firmansyah dalam keterangan resmi, Senin (1/9/2026).

Dari total 1.277 sanksi tersebut, sebanyak 93 sanksi ditetapkan berdasarkan hasil pengawasan dan pemeriksaan OJK terhadap pelanggaran peraturan di pasar modal.

Sanksi yang dijatuhkan mencakup denda dengan total Rp 73,99 miliar, delapan peringatan tertulis, lima perintah tertulis, 10 larangan, dan enam pembekuan izin.

Sanksi tersebut dikenakan kepada berbagai pihak yang terlibat dalam pelanggaran, mulai dari emiten, direksi dan komisaris emiten, perusahaan efek selaku penjamin pelaksana emisi efek, direksi perusahaan efek, akuntan publik, kantor akuntan publik, pemegang saham, hingga pemegang saham pengendali emiten.

Pelanggaran yang menjadi dasar pengenaan sanksi cukup beragam. Di antaranya terkait aliran dana hasil penawaran umum, proses penjatahan pasti penawaran umum perdana saham, penyajian laporan keuangan, audit laporan keuangan, hingga kewajiban pengalihan saham hasil pembelian kembali.

OJK juga menemukan pelanggaran terkait transaksi afiliasi, transaksi benturan kepentingan, transaksi material, penyelenggaraan rapat umum pemegang saham tahunan (RUPST), penunjukan akuntan publik dan/atau kantor akuntan publik, kewajiban keterbukaan informasi, serta tata kelola emiten.

1.184 Sanksi karena Telat Laporan

Sebagian besar sanksi OJK hingga Agustus 2026 berasal dari ketidakpatuhan dalam penyampaian laporan.

Sepanjang 2026 hingga 31 Agustus, OJK menetapkan 1.184 sanksi administratif dengan total denda Rp 253,07 miliar serta 304 peringatan tertulis atas keterlambatan penyampaian laporan oleh emiten, perusahaan publik, dan pihak terkait lainnya.

BACA JUGA

Keterlambatan penyampaian laporan berkala menjadi penyumbang terbesar. OJK mencatat 876 sanksi administratif dengan total denda Rp 243,33 miliar dan 126 peringatan tertulis.

Selanjutnya, terdapat 91 sanksi administratif atas keterlambatan penyampaian laporan insidentil dengan total denda Rp 7,87 miliar.

OJK juga menetapkan 209 sanksi administratif atas keterlambatan penyampaian laporan terkait tata kelola. Sanksi tersebut berupa denda dengan total Rp 1,83 miliar dan 178 peringatan tertulis. Sementara itu, keterlambatan penyampaian laporan oleh profesi penunjang pasar modal tercatat sebanyak 8 sanksi administratif berupa denda dengan total Rp 32,3 juta.

OJK menegaskan, penegakan hukum dan pengawasan dilakukan untuk menjaga integritas pasar modal, meningkatkan kepatuhan pelaku industri, serta mempertahankan kepercayaan masyarakat terhadap Pasar Modal Indonesia

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Previous post Ada Demo, Bos BEI Ingatkan Investor Tetap Cermati Fundamental