Pemerintah Siapkan Rekening untuk Rakyat, Bagaimana yang Sudah Punya?

Read Time:8 Minute, 0 Second
Ilustrasi rekening bank.

Ilustrasi rekening bank. (ChatGPT/AI)

Jakarta, Beritasatu.com – Pemerintah menyiapkan program pembukaan rekening secara massal bagi masyarakat dengan target sekitar 200 juta penduduk. Menariknya, warga yang sudah memiliki rekening bank juga tetap akan masuk dalam skema pemberian saldo awal Rp 50.000.

Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pemerintah menyiapkan anggaran sekitar Rp 11 triliun untuk menjalankan program tersebut. Dana bersumber dari anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN).

00:30Mute

https://imasdk.googleapis.com/js/core/bridge3.788.1_id.html#deid=%22%22&eventfe_experiment_ids=%5B%5D&fid=%22goog_2025989936%22&genotype_experiment_data=%7B%22experimentStateProto%22%3A%22%5B%5B%5B45713128%2Cnull%2Cnull%2C%5B%5D%5D%2C%5B962325777%2Cnull%2Cnull%2C%5B%5D%5D%2C%5B45796605%2Cnull%2Cnull%2C%5B%5D%5D%2C%5B45816264%2Cnull%2Cnull%2C%5B%5D%5D%2C%5B45761044%2Cnull%2Cnull%2C%5B%5D%5D%2C%5B45722344%2Cnull%2Cnull%2C%5B%5D%5D%2C%5B45801847%2Cnull%2Cnull%2C%5B%5D%5D%2C%5B45784857%2Cnull%2Cnull%2C%5B%5D%5D%2C%5B45668885%2Cnull%2Cnull%2C%5B%5D%5D%2C%5B45685340%2Cnull%2Cnull%2C%5B%5D%5D%2C%5B45734716%2Cnull%2Cnull%2C%5B%5D%5D%2C%5B45735891%2Cnull%2Cnull%2C%5B%5D%5D%2C%5B45663239%2Cnull%2Cnull%2C%5B%5D%5D%2C%5B839547366%2Cnull%2Cnull%2C%5B1%5D%5D%2C%5B45676441%2Cnull%2Cnull%2C%5B%5D%5D%2C%5Bnull%2C45645574%2Cnull%2C%5B%5D%5D%2C%5B45688859%2Cnull%2Cnull%2C%5B%5D%5D%2C%5B45685601%2Cnull%2Cnull%2C%5B1%5D%5D%2C%5Bnull%2C45685602%2Cnull%2C%5Bnull%2C100%5D%5D%2C%5B45830425%2Cnull%2Cnull%2C%5B%5D%5D%2C%5B45820997%2Cnull%2Cnull%2C%5B%5D%5D%2C%5Bnull%2C45812678%2Cnull%2C%5B%5D%5D%2C%5B45756824%2Cnull%2Cnull%2C%5B1%5D%5D%2C%5B45794243%2Cnull%2Cnull%2C%5B%5D%5D%2C%5B45747172%2Cnull%2Cnull%2C%5B%5D%5D%2C%5B775241416%2Cnull%2Cnull%2C%5B%5D%5D%2C%5B781107959%2Cnull%2Cnull%2C%5B%5D%5D%2C%5B781107958%2Cnull%2Cnull%2C%5B%5D%5D%2C%5B792614055%2Cnull%2Cnull%2C%5B%5D%5D%2C%5B781107957%2Cnull%2Cnull%2C%5B%5D%5D%2C%5B45729602%2Cnull%2Cnull%2C%5B%5D%5D%2C%5B45753603%2Cnull%2Cnull%2C%5B%5D%5D%2C%5B45753604%2Cnull%2Cnull%2C%5B%5D%5D%5D%2C%5B%5B16%2C%5B%5B1%2C%5B%5B31089630%5D%2C%5B31089631%2C%5B%5B45668885%2Cnull%2Cnull%2C%5B1%5D%5D%5D%5D%5D%5D%2C%5B10%2C%5B%5B83323635%5D%2C%5B83323636%2C%5B%5Bnull%2C45812678%2Cnull%2C%5Bnull%2C100%5D%5D%5D%5D%5D%5D%2C%5B50%2C%5B%5B83323870%5D%2C%5B83323871%2C%5B%5B45830425%2Cnull%2Cnull%2C%5B1%5D%5D%5D%5D%5D%5D%2C%5B1000%2C%5B%5B95332046%5D%5D%5D%2C%5Bnull%2C%5B%5B95332047%5D%5D%5D%2C%5B10%2C%5B%5B95338769%2C%5B%5Bnull%2C45645574%2Cnull%2C%5Bnull%2C1%5D%5D%5D%5D%2C%5B95338770%2C%5B%5Bnull%2C45645574%2Cnull%2C%5Bnull%2C2%5D%5D%5D%5D%5D%5D%2C%5B50%2C%5B%5B95351425%5D%2C%5B95351426%2C%5B%5B45676441%2Cnull%2Cnull%2C%5B1%5D%5D%5D%5D%5D%5D%2C%5B1%2C%5B%5B95373378%2C%5B%5B792614055%2Cnull%2Cnull%2C%5B1%5D%5D%5D%5D%2C%5B95373379%2C%5B%5B45747172%2Cnull%2Cnull%2C%5B1%5D%5D%2C%5B781107959%2Cnull%2Cnull%2C%5B1%5D%5D%2C%5B792614055%2Cnull%2Cnull%2C%5B1%5D%5D%2C%5B781107957%2Cnull%2Cnull%2C%5B1%5D%5D%5D%5D%5D%5D%2C%5B10%2C%5B%5B95378629%5D%2C%5B95378630%2C%5B%5B45729602%2Cnull%2Cnull%2C%5B1%5D%5D%5D%5D%2C%5B95381582%2C%5B%5B45729602%2Cnull%2Cnull%2C%5B1%5D%5D%2C%5B45753603%2Cnull%2Cnull%2C%5B1%5D%5D%5D%5D%2C%5B95381583%2C%5B%5B45729602%2Cnull%2Cnull%2C%5B1%5D%5D%2C%5B45753604%2Cnull%2Cnull%2C%5B1%5D%5D%5D%5D%5D%5D%2C%5B10%2C%5B%5B95389581%5D%2C%5B95389582%2C%5B%5B635466687%2Cnull%2Cnull%2C%5B1%5D%5D%5D%5D%5D%5D%2C%5Bnull%2C%5B%5B95391735%5D%5D%5D%2C%5B50%2C%5B%5B95393784%5D%2C%5B95393785%2C%5B%5B45796605%2Cnull%2Cnull%2C%5B1%5D%5D%5D%5D%5D%5D%2C%5B50%2C%5B%5B95394237%5D%2C%5B95394238%2C%5B%5B45801847%2Cnull%2Cnull%2C%5B1%5D%5D%5D%5D%5D%5D%2C%5B50%2C%5B%5B95396036%5D%2C%5B95396037%2C%5B%5B45756824%2Cnull%2Cnull%2C%5B%5D%5D%5D%5D%5D%5D%2C%5Bnull%2C%5B%5B95396834%5D%2C%5B95396835%2C%5B%5B45816264%2Cnull%2Cnull%2C%5B1%5D%5D%5D%5D%5D%5D%2C%5B50%2C%5B%5B95398187%5D%2C%5B95398188%2C%5B%5B945081832%2Cnull%2Cnull%2C%5B1%5D%5D%5D%5D%5D%5D%2C%5B10%2C%5B%5B95398837%5D%2C%5B95398838%2C%5B%5Bnull%2C960449109%2Cnull%2C%5Bnull%2C1%5D%5D%5D%5D%5D%5D%5D%5D%5D%2Cnull%2Cnull%2C%5Bnull%2C1000%2C1%2C1000%5D%5D%22%7D&imalib_experiments=%5B95322027%2C95331589%2C95332046%2C95394238%5D&is_eap_loader=false&managed_js_experiment_id=0&page_correlator=1835109567660124&pvsid=4343648261564015&top_accessible_page_url=%22https%3A%2F%2Fwww.beritasatu.com%2Fekonomi%2F3025686%2Fpemerintah-siapkan-rekening-untuk-rakyat-bagaimana-yang-sudah-punya%22

Powered by

GliaStudios

Rencana ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memperluas kepemilikan rekening perbankan sekaligus menjadikannya sebagai saluran untuk berbagai program pemerintah.

Airlangga memastikan masyarakat yang sebelumnya sudah memiliki rekening bank tidak akan kehilangan hak atas saldo awal Rp 50.000 dalam program rekening otomatis pemerintah.

ADVERTISEMENT

“Tetap dapat juga (saldo Rp 50.000 di rekening baru),” kata Airlangga di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis (10/9/2026).

Dengan demikian, kepemilikan rekening sebelumnya tidak membuat masyarakat terlepas dari program tersebut. Pemerintah justru akan melakukan konsolidasi rekening yang disiapkan dalam program.

Menurut Airlangga, rekening tersebut nantinya akan dikonsolidasikan melalui Bank Rakyat Indonesia (BRI) dan Bank Syariah Indonesia (BSI). Pemerintah juga akan melihat kondisi masyarakat yang memiliki lebih dari satu rekening.

“Nanti dikonsolidasi. Jadi kalau rekening ini kan untuk berbagai program pemerintah. Jadi nanti dikonsolidasi di BRI maupun di BSI. Nanti yang punya multiple account juga kita lihat,” ujarnya.

Pemerintah Siapkan Rp 11 Triliun untuk 200 Juta Penduduk

Program pembukaan rekening massal tersebut menyasar sekitar 200 juta masyarakat. Setiap rekening akan memperoleh dana pembukaan atau saldo awal sebesar Rp 50.000.

Airlangga mengatakan anggaran untuk program tersebut berasal dari APBN. Jika dihitung untuk target 200 juta penduduk, kebutuhan dana mencapai sekitar Rp 11 triliun.

“Dari APBN. Totalnya kalau 200 juta penduduk kan berarti kira-kira US$ 600 juta atau sekitar Rp 11 T (triliun) lah,” ujar Airlangga di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (9/9/2026).

Meski demikian, pemerintah belum memastikan apakah seluruh kebutuhan anggaran tersebut akan dibebankan pada APBN Tahun Anggaran 2026 atau APBN 2027.

Pemerintah juga tidak akan langsung mengalokasikan seluruh anggaran sekitar Rp 11 triliun. Pelaksanaan program sekaligus penganggarannya akan dilakukan secara bertahap.

Saldo awal yang diberikan pemerintah nantinya tidak wajib dibiarkan mengendap di rekening. Airlangga memastikan dana Rp 50.000 tersebut dapat digunakan oleh pemilik rekening.

Artinya, saldo awal yang diberikan melalui program pemerintah dapat ditarik oleh masyarakat yang menjadi penerima.

Dana tersebut bersumber dari APBN dan menjadi bagian dari skema pembukaan rekening yang disiapkan pemerintah untuk memperluas akses masyarakat terhadap layanan perbankan.

BACA JUGA

Rekening Akan Dibuka Otomatis Berdasarkan Data NIK

Pemerintah berencana membuat rekening secara otomatis dengan memanfaatkan data kependudukan. Mekanisme tersebut akan melibatkan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil).

Data yang digunakan berbasis nomor induk kependudukan (NIK). Dengan mekanisme tersebut, masyarakat tidak harus memulai proses pembukaan rekening secara mandiri.

Namun, pemerintah belum menetapkan secara final teknis pembukaan dan aktivasi rekening tersebut. Salah satu hal yang masih dibahas ialah apakah masyarakat nantinya perlu datang langsung ke bank untuk mengaktifkannya.

Airlangga menyebut BRI dan BSI sudah mempunyai program yang dapat mendukung mekanisme tersebut. Pemerintah juga sebelumnya pernah menjalankan penyaluran program secara langsung dari Kementerian Keuangan ke rekening masing-masing penerima.

Pelaksanaan Dibahas Bersama BI dan OJK

Meski arah kebijakannya sudah disiapkan, pemerintah masih membahas mekanisme pelaksanaan program bersama Bank Indonesia (BI) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Airlangga mengatakan pemerintah akan menyiapkan program tersebut dalam waktu dekat, sedangkan mekanisme peluncurannya masih perlu dibahas bersama kedua lembaga tersebut.

“Kita akan siapkan dalam waktu dekat. Roll out-nya kita akan bahas dengan BI dan OJK,” terangnya.

Airlangga juga menjelaskan tahapan berikutnya mencakup pembahasan teknis, penyusunan regulasi, hingga penentuan jadwal pelaksanaan.

“Kita siapkan. Mungkin nanti sesudah dirapatkan teknis, kita siapkan regulasinya masuk dalam Dewan Nasional Keuangan Inklusif, kemudian baru sesudah itu kita buatkan timeline-nya,” katanya.

Pemerintah menargetkan program tersebut dapat mulai dijalankan sebelum akhir 2026. Pelaksanaannya akan dilakukan secara bertahap.

Insyaallah kita sudah bisa mulai,” ujarnya.

BACA JUGA

Untuk Apa Rekening Digunakan?

Program ini tidak hanya ditujukan untuk memberikan saldo awal Rp 50.000 kepada masyarakat. Pemerintah juga menyiapkan rekening tersebut sebagai salah satu sarana untuk mendukung berbagai program pemerintah.

Salah satu rencana pemanfaatannya ialah penyaluran bantuan sosial tunai. Ke depan, berbagai bantuan pemerintah juga diarahkan untuk disalurkan langsung ke rekening masyarakat.

Dengan cakupan kepemilikan rekening yang lebih luas, pemerintah dapat menggunakan sistem perbankan sebagai saluran penyaluran berbagai program kepada masyarakat.

Bagi masyarakat yang merupakan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pemerintah juga menyiapkan sistem pembayaran menggunakan QR atau QRIS tanpa biaya bagi pedagang.

Meski sejumlah komponen program sudah disampaikan, mekanisme pelaksanaannya masih dalam tahap pembahasan. Pemerintah belum menetapkan secara final tata cara pembukaan dan aktivasi rekening, termasuk kebutuhan masyarakat untuk datang langsung ke bank.

Besaran saldo awal, sumber anggaran, target penerima, serta bank yang disiapkan sudah disampaikan pemerintah. Namun, pembagian anggaran berdasarkan tahun APBN dan jadwal pelaksanaan masih akan ditentukan melalui pembahasan lebih lanjut.

Program ini rencananya dilaksanakan bertahap dengan target mulai berjalan dalam waktu dekat dan sebelum akhir 2026.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Previous post Minyak Melonjak Sepekan, Hormuz Jadi Pemicu Utama