Dolar Merosot Pasca Pemerintahan Trump Meningkatkan Tekanan pada Fed

Read Time:43 Second

Indeks Dolar turun ke 98,2 pada hari Senin (21/4), terendah sejak Februari 2022, karena kekhawatiran atas independensi Federal Reserve membebani greenback.
Pada hari Jumat, Direktur Dewan Ekonomi Nasional Kevin Hassett mengungkapkan bahwa Presiden Trump sedang menjajaki kemungkinan memecat Ketua Fed Jerome Powell. Sehari sebelumnya, Trump mengunggah di media sosial bahwa pemecatan Powell “tidak bisa dilakukan cukup cepat,” sambil meningkatkan tekanan pada bank sentral untuk memangkas suku bunga. Pernyataan tersebut telah memicu kekhawatiran tentang politisasi kebijakan moneter AS, yang berpotensi merusak kredibilitas Fed dan mengguncang kepercayaan investor terhadap Dolar.
Waktunya sangat sensitif, karena aset AS, termasuk Dolar dan Obligasi Treasury, sudah berada di bawah tekanan dan semakin dilihat sebagai tempat berlindung yang kurang dapat diandalkan karena meningkatnya ketidakpastian atas kebijakan Pemerintah. Sejauh ini pada bulan April, greenback telah kehilangan sekitar 4,6%, dengan penurunan tertajam terhadap euro, yen, dan franc Swiss. (Arl)
Sumber: Trading Economics

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Previous post Tiba-tiba Ramai Orang RI Beli Emas, Keputusan Tepat?
Next post Pelemahan Dolar, Kekhawatiran Perdagangan Dorong Emas Ke Rekor Tertinggi Baru