Emas Anjlok 2% saat Meredanya Ketegangan AS-Tiongkok, Dolar Menguat

Read Time:1 Minute, 35 Second

Harga Emas turun 2% pada hari Jumat (25/4) dan berada di jalur penurunan mingguan karena Dolar menguat dan tanda-tanda meredanya ketegangan perdagangan AS-Tiongkok setelah laporan bahwa Beijing telah membebaskan beberapa barang AS dari tarifnya sehingga membebani Emas batangan.
Harga Emas spot turun 1,7% menjadi $3.292,99 per ons pada pukul 01.39 EDT (17.39 GMT), setelah turun sebanyak 2% di awal sesi. Emas batangan turun 1,2% selama seminggu.
Harga Emas berjangka AS ditutup 1,5% lebih rendah pada $3.298,40.
Sementara ahli strategi komoditas TD Securities Daniel Ghali mengatakan, “Penurunan Tarif yang tampak jelas berdampak negatif pada harga Emas … Namun sejauh ini kami belum melihat likuidasi yang substansial,” “Namun, kami tahu bahwa mereka terus melakukan aksi beli saat harga sedang turun selama beberapa sesi terakhir, jadi kami pikir Emas dapat melanjutkan lintasan kenaikannya.”
Tiongkok sedang mempertimbangkan untuk membebaskan beberapa impor AS dari Tarif 125% dan meminta para pelaku bisnis untuk mengidentifikasi barang-barang yang dapat memenuhi syarat, menurut para pelaku bisnis yang diberitahu.
Awal pekan ini, Presiden AS Donald Trump menyarankan de-eskalasi pertempuran Tarif balasan, dengan mengatakan pembicaraan langsung sudah berlangsung.
Sementara itu, Dolar AS naik dan berada di jalur untuk kenaikan mingguan pertamanya sejak Maret, membuat Emas batangan lebih mahal bagi pembeli luar negeri.
Emas, yang secara tradisional dipandang sebagai lindung nilai terhadap ketidakpastian geopolitik dan ekonomi, mencapai rekor tertinggi $3.500,05 per ons dan telah naik lebih dari 25% sepanjang tahun ini, karena ketegangan perdagangan AS-Tiongkok dan permintaan bank sentral yang kuat. “Kekhawatiran perang dagang menjadi alasan utama di balik semua pembelian Emas sebelumnya. Namun, mungkin masih butuh waktu sebelum kita melihat kemajuan yang sebenarnya dan kekhawatiran tersebut belum sepenuhnya hilang,” kata Fawad Razaqzada, analis Pasar di City Index dan FOREX.com.
Di tempat lain, Perak spot turun 1,6% menjadi $33,03 per ons, tetapi sedang menuju kenaikan minggu ketiga berturut-turut.(yds)
Sumber: Reuters

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Previous post Dolar Naik Tipis Jelang Akhir Pekan Geopolitik yang Padat
Next post Minyak WTI Naik Tipis Meski Pasokan Meningkat, Ekonomi Melambat