Cetak Rekor, Potensi IHSG Dekati Level 8.000 Terbuka Lebar

Pengunjung berada di mainhall BEI, Jakarta. (Berita Satu Photo/David Gita Roza)
Jakarta, Beritasatu.com – Indeks harga saham gabungan (IHSG) kembali menorehkan sejarah dengan mencetak rekor tertinggi sepanjang masa alias all time high (ATH) di level 7.931,25 pada perdagangan Kamis (14/8/2025).
Capaian ini kian memperbesar peluang IHSG untuk menembus level psikologis 8.000, menjadi “kado istimewa” bagi Indonesia yang merayakan ulang tahun ke-80 tahun ini.
Pengamat pasar sekaligus Pendiri Republik Investor, Hendra Wardana, mengatakan lonjakan IHSG didorong derasnya arus dana asing yang masuk ke saham-saham big cap, khususnya perbankan. Selama tiga hari terakhir, tercatat net buy asing berturut-turut Rp 2,28 triliun, Rp 1,52 triliun, dan Rp 864 miliar.
“BBRI dan BMRI menjadi primadona berkat prospek pertumbuhan kredit yang solid, kualitas aset terjaga, dan valuasi menarik. Sektor perbankan diperkirakan akan tetap menjadi tulang punggung reli IHSG dalam waktu dekat,” ujarnya kepada Beritasatu.com.
00:00 / 01:10MuteSettingsFullscreen
Copy video url
Play / Pause
Mute / Unmute
Report a problem
Language
Share
Vidverto Player
Dengan rekor baru ini, target jangka pendek IHSG berada di 8.050–8.150, bahkan berpeluang menguji 8.200 jika aliran modal asing terus berlanjut. Sentimen positif datang dari ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed, kebijakan dovish Bank Indonesia, serta stabilnya rupiah di bawah Rp 16.200 per dolar AS.
VP Equity Retail Kiwoom Sekuritas Indonesia, Oktavianus Audi, menilai penguatan IHSG saat ini dipengaruhi kombinasi momentum positif global dan domestik, termasuk kesepakatan gencatan tarif 90 hari antara China dan AS.
“Kami juga melihat ruang pelonggaran kebijakan moneter masih terbuka, valuasi saham-saham cyclical relatif murah, dan ekonomi Indonesia tetap resilien,” jelasnya.
BACA JUGA
Pasar Saham Asia Pasifik Beragam Jelang Gencatan Tarif AS-China
Sedangkan Senior Market Analyst Mirae Asset Sekuritas, Nafan Aji Gusta, memprediksi IHSG akan melanjutkan tren uptrend didukung indikator teknikal positif. Ia menilai peluang pemangkasan suku bunga The Fed pada September 2025 sangat besar dengan probabilitas 95%.
“Stabilitas makroekonomi domestik dan potensi akselerasi belanja pemerintah di semester II 2025 akan mendorong masuknya modal asing lebih lanjut,” katanya.
Sekadar informasi, IHSG ditutup menguat 38,34 poin atau 0,49%, menandai reli empat hari beruntun dan melampaui rekor penutupan serta intraday sebelumnya yang masing-masing berada di level 7.905,39 dan 7.910,56 pada 19 September 2024.
Sebanyak 345 saham menguat, 282 saham melemah, dan 171 saham stagnan. Nilai transaksi mencapai Rp 18,67 triliun dengan volume perdagangan 42,11 miliar saham dalam 2,14 juta kali transaksi.
