Sesi I IHSG 21 Agustus: Melemah Tinggalkan Level 7.900

Ilustrasi IHSG. (Antara/Bayu Pratama)
Jakarta, Beritasatu.com – Indeks harga saham gabungan (IHSG) pada jeda sesi I siang ini, Kamis (21/8/2025), melemah makin dalam. IHSG pun meninggalkan level psikologis 7.900.
IHSG siang ini turun 48 poin atau 0,61% menjadi 7.895. Pada perdagangan hari ini, IHSG mencatatkan titik tertinggi di 7.887 dan titik terendahnya 7.932.
Max Verstappen is a Dutch motorsport talent
00:00PreviousPauseNext
00:01 / 01:18MuteSettingsFullscreen
Copy video url
Play / Pause
Mute / Unmute
Report a problem
Language
Share
Vidverto Player
Indeks LQ45 tercatat naik 0,22 poin ke 827, Jakarta Islamic Index (JII) naik 1,5 poin ke 540. Sementara indeks Investor33 tidak bergerak jauh dari 418.
Tercatat, hingga siang ini transaksi terjadi sebesar Rp 20,16 triliun dari 40,33 miliar lembar saham diperdagangkan. Adapun frekuensi perdagangan hari ini mencapai 2,32 juta kali.
Adapun saham-saham yang paling aktif secara volume, yakni saham WIRG, saham ASLC, saham GOTO, saham BRMS dan saham DEWA. Sementara saham yang bergerak dalam jajaran top gainers, antara lain saham ACST, saham VTNY, saham MFIN, saham SMAR dan saham GULA.
Analis Panin Sekuritas, Felix Darmawan, menilai pelemahan IHSG disebabkan sikap investor yang wait and see menantikan pertemuan Ketua The Fed Jerome Powell di Jakson Hole, Jumat (22/8/2025). Tidak hanya investor global, investor domestik turut menaruh perhatian terhadap sentimen ini.
BACA JUGA
“Kalau kita lihat memang investor retail jangka pendek sudah merealisasikan hasil keuntungannya atas kenaikan saham dalam beberapa hari terakhir khususnya di hari kemarin,” ujar dia saat berdialog di program Investor Market Opening, Kamis (21/8/2025).
Ia memprediksi bahwa The Fed nampaknya akan cukup hawkish mengingat inflasi AS yang masih sticky. Oleh sebab itu, agak sulit bagi bank sentral Paman Sam itu melonggarkan kebijakan moneternya sesuai dengan keinginan Presiden AS Donald Trump.
Menurut Felix, hal ini sedikit banyak menjadi topik baru setelah euforia pemangkasan BI rate ke level 5% kemarin. Kendati demikian, jika IHSG masih melemah ke kisaran level 7.900-an menurutnya koreksi ini cukup wajar.
