Bank Disuntik Rp 200 T, Asosiasi Harap Kredit Pembiayaan Otomotif Naik

Read Time:1 Minute, 30 Second
Ilustrasi pembiayaan kredit mobil.

Ilustrasi pembiayaan kredit mobil. (Antara)

Jakarta, Beritasatu.com – Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) memandang positif penempatan dana pemerintah Rp 200 triliun ke perbankan. Kebijakan ini dinilai berpotensi memperbesar penyaluran pembiayaan karena bunga kredit kendaraan diperkirakan semakin terjangkau.

Ketua Umum APPI Suwandi Wiratno menilai guyuran dana tersebut semakin meningkatkan likuiditas perbankan. Dengan likuiditas kuat, perbankan diharapkan bisa menurunkan suku bunga kredit mereka.

https://imasdk.googleapis.com/js/core/bridge3.721.0_id.html#fid=goog_2040222870

https://imasdk.googleapis.com/js/core/bridge3.721.0_id.html#fid=goog_1624061098

00:00PreviousPlayNext

MuteFullscreen

Copy video url

Play / Pause

Mute / Unmute

Report a problem

Language

Share

Vidverto Player

advertisement

BACA JUGA

Dana Rp 200 Triliun Bisa Tekan Nilai Tukar Rupiah

“Seperti harapan Pak Menteri Keuangan Purbaya yang menyampaikan bahwa dengan banjirnya likuiditas, harapannya perbankan bisa menurunkan suku bunga kredit,” ujar Suwandi dalam program Investor Market Today di Beritasatu TV, Rabu (24/9/2025).

ADVERTISEMENT

Ia menambahkan, tren penurunan bunga kredit juga diperkuat oleh langkah Bank Indonesia memangkas suku bunga acuan menjadi 4,75%. Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) pun telah menurunkan tingkat bunga penjaminan rupiah menjadi 3,5% untuk simpanan di bank umum.

Namun, Suwandi mengingatkan bahwa penurunan suku bunga BI maupun LPS tidak serta-merta langsung mendorong pertumbuhan kredit, termasuk kredit otomotif. Penjualan kendaraan akan sangat bergantung pada daya beli masyarakat.

BACA JUGA

KPK Siap Bantu Purbaya Kejar 200 Pengemplang Pajak Kelas Kakap

Kabar baiknya, peningkatan belanja negara dan proyek pembangunan di berbagai sektor dipandang akan menciptakan lapangan kerja sehingga memperkuat daya beli masyarakat. Kondisi ini diharapkan mendorong pembelian kendaraan baru, yang menjadi portofolio terbesar perusahaan pembiayaan melalui kredit otomotif.

Meski begitu, Suwandi mengingatkan bahwa penurunan bunga kredit tidak berlaku otomatis bagi debitur yang sudah berjalan. Pasalnya, suku bunga di perusahaan pembiayaan bersifat tetap sesuai perjanjian awal. 

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Previous post Perak Masih Tahan, Apa Pendorongnya?
Next post Dolar Perkasa, Ada Apa di Baliknya?