Anak Usaha Pertamina Gandeng BUMN Malaysia Kelola Blok Bobara
PT Pertamina Hulu Energi (PHE). (Pertamina/Istimewa)

Jakarta, Beritasatu.com – PT Pertamina Hulu Energi (PHE) dan BUMN milik Malaysia, Petroliam Nasional Berhad (Petronas), menyepakati farm-out agreement (FOA) dalam kontrak bagi hasil (production sharing contract/PSC) Blok Bobara.
“Ini bukan sekadar tonggak kontraktual, tetapi merupakan wujud nyata dari kemitraan energi Malaysia-Indonesia, sinergi kapabilitas yang saling melengkapi, serta tanggung jawab bersama kita dalam memperkuat ketahanan energi kawasan dan mendorong pembangunan berkelanjutan,” ujar Direktur Utama/CEO PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri seperti dilansir dari Antara, Senin (27/10/2025).
Farm-out agreement adalah perjanjian penyaluran hak atau pengalihan sebagian hak suatu perusahaan migas (pemilik) kepada pihak lain (penerima) sebagai imbalan atas pelaksanaan kegiatan kerja tertentu, seperti eksplorasi, seismik, atau pengeboran.
Dalam kemitraan di Blok Bobara, PHE akan memiliki 24,5 persen participating interest bersama Petronas dan TotalEnergies. Blok atau wilayah kerja (WK) Bobara terletak di perairan laut dalam (ultra-deepwater) Papua Barat, Indonesia Timur.
Lebih lanjut, Simon menyampaikan permintaan dukungan untuk pertumbuhan bisnis Pertamina di Malaysia, sejalan dengan portofolio jangka panjang Petronas di Indonesia. Dukungan tersebut termasuk peluang untuk Pertamina menjadi operatorship di Malaysia Balingian PSC dan PSC lainnya.
Sementara itu, Direktur Utama PHE Awang Lazuardi mengatakan kemitraan di Blok Bobara mencerminkan sinergi kuat dan komitmen bersama di antara Pertamina, Petronas, dan TotalEnergies untuk melangkah maju.
“PSC Bobara selaras dengan fokus strategis PHE dalam mengeksplorasi dan mengembangkan peluang baru di area frontier,” ujarnya.
WK Bobara dengan luas area 8.444,49 km2 memiliki potensi sumber daya minyak dan gas bumi sebesar 6,8 billion barrel oil equivalent (BBOE).
Kontrak bagi hasil WK Bobara merupakan blok eksplorasi dengan jangka waktu 30 tahun yang ditandatangani pada Mei 2024, dengan komitmen pasti senilai US$ 16,92 juta, terdiri atas tiga studi geologi dan geofisika (G&G) dan survei seismik resolution seluas 2.000 km2, serta bonus tanda tangan sebesar US$ 50 ribu.
Sebelum PHE, TotalEnergies telah mengakuisisi 24,5% participating interest (PI) atau hak partisipasi Petronas di WK Bobara, Papua Barat. Akuisisi PI TotalEnergies dari Petronas ditandai dengan penandatanganan FOA antara Petronas dan TotalEnergies, yang berlangsung pada gelaran Energy Asia 2025 di Kuala Lumpur.
