BI Catat Utang Luar Negeri RI Turun jadi US$ 424,4 Miliar

Ilustrasi utang luar negeri. (AP)
Jakarta, Beritasatu.com – Bank Indonesia (BI) melaporkan utang luar negeri (external debt / ULN) Indonesia pada triwulan III 2025 menurun. Posisi ULN Indonesia pada periode Juli–September tercatat sebesar US$ 424,4 miliar, menurun dibandingkan posisi triwulan II 2025 sebesar US$ 432,3 miliar.
MuteFullscreen
Copy video url
Play / Pause
Mute / Unmute
Report a problem
Language
Share
Vidverto Player
advertisement
“Perkembangan tersebut dipengaruhi oleh melambatnya pertumbuhan ULN sektor publik dan kontraksi pada ULN sektor swasta,” ujar Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, dalam keterangan resmi, Senin (17/11/2025).
ADVERTISEMENT
Secara rinci, ULN pemerintah tumbuh melambat di triwulan III 2025. Posisi ULN pemerintah pada triwulan III 2025 tercatat sebesar US$ 210,1 miliar atau secara tahunan tumbuh 2,9% year on year, melambat dibandingkan dengan pertumbuhan 10,0% year on year pada triwulan II 2025.
Ramdan menjelaskan, perkembangan tersebut terutama dipengaruhi oleh kontraksi pertumbuhan aliran masuk modal asing pada Surat Berharga Negara (SBN) domestik seiring ketidakpastian pasar keuangan global yang masih tinggi.
Berdasarkan sektor ekonomi, ULN pemerintah dimanfaatkan antara lain untuk mendukung sektor jasa kesehatan dan kegiatan sosial (23,1% dari total ULN pemerintah), administrasi pemerintah, pertahanan, dan jaminan sosial wajib (20,7%), jasa pendidikan (17,0%), konstruksi (10,7%), transportasi dan pergudangan (8,2%), serta jasa keuangan dan asuransi (7,5%).
BACA JUGA
“Posisi ULN pemerintah tersebut didominasi utang jangka panjang dengan pangsa mencapai 99,9% dari total ULN pemerintah,” jelas Ramdan.
Sementara itu, posisi ULN swasta tercatat sebesar US$ 191,3 miliar pada triwulan III 2025, lebih rendah dibandingkan dengan posisi pada triwulan II 2025 sebesar US$ 193,9 miliar. Secara tahunan, ULN swasta melanjutkan kontraksi pertumbuhan dari kontraksi pada triwulan sebelumnya sebesar 0,2% year on year menjadi sebesar 1,9% year on year.
Perkembangan tersebut dipengaruhi oleh ULN lembaga keuangan (financial corporations) yang terkontraksi sebesar 3,0% year on year dan perusahaan bukan lembaga keuangan (nonfinancial corporations) yang terkontraksi sebesar 1,7% year on year.
