Harga Minyak Goreng di Pasar Palmerah Tembus Rp 24.000 per Liter

Read Time:1 Minute, 30 Second
Harga minyak goreng alami kenaikan signifikan.

Harga minyak goreng alami kenaikan signifikan. (Beritasatu.com/Singgih Nugroho)

Jakarta, Beritasatu.com – Harga minyak goreng kemasan bermerek premium di Pasar Palmerah, Jakarta Barat, terpantau masih bertahan di level tinggi pada Rabu (22/4/2026).

Berdasarkan pantauan di lokasi, harga tertinggi minyak goreng kemasan premium mencapai Rp 24.000 per liter. Angka tersebut meningkat dari hari sebelumnya, Selasa (21/4/2026), yang berada di level Rp 23.000 per liter.

Kondisi ini turut berdampak pada perlambatan penjualan seiring daya beli masyarakat yang semakin selektif. Selain itu, kenaikan harga juga diduga menyesuaikan dengan biaya dari distributor.

Mengacu pada data panel harga Badan Pangan Nasional (Bapanas), fluktuasi harga di Jakarta dipengaruhi oleh biaya logistik dan harga crude palm oil (CPO) global. Pemerintah daerah terus melakukan pemantauan melalui Sistem Pemantauan Pasar Kebutuhan Pokok (SP2KP).

Untuk saat ini, aktivitas transaksi di blok sembako Pasar Palmerah tetap berjalan normal, meskipun konsumen cenderung membeli dalam jumlah terbatas. Kenaikan harga ini juga telah terjadi dalam beberapa hari terakhir.

Sebelumnya, Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menyampaikan adanya kenaikan harga Minyakita akibat meningkatnya biaya kemasan plastik. Meski demikian, stok Minyakita masih mencukupi.

Harga Minyakita di sejumlah wilayah per April 2026 berada di kisaran Rp 15.800–Rp 15.900 per liter, sedikit di atas harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp 15.700 per liter.

Kenaikan harga tersebut dipicu oleh meningkatnya biaya produksi kemasan plastik serta distribusi yang turut dipengaruhi dinamika geopolitik global. Namun, persoalan utama saat ini adalah persepsi masyarakat yang menganggap kenaikan harga atau berkurangnya stok Minyakita sebagai tanda kelangkaan minyak goreng secara umum.

Budi menegaskan ketersediaan minyak goreng secara keseluruhan masih mencukupi, baik di pasar tradisional maupun ritel modern. Ia menambahkan, selain Minyakita, tersedia pula minyak goreng merek lain (second brand) serta minyak goreng premium sebagai alternatif bagi masyarakat.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Analisis Data AS Kuat Tekan Emas, Hormuz Masih Panas - Data Pasar 2026-04-21 Previous post Data AS Kuat Tekan Emas, Hormuz Masih Panas