Analisis Brent Tembus US$107, Hormuz Tertutup Jaga Premi Risiko - Data Pasar 2026-05-13

Brent Tembus US$107, Hormuz Tertutup Jaga Premi Risiko

Read Time:3 Minute, 18 Second

Analisis Brent Tembus US$107, Hormuz Tertutup Jaga Premi Risiko - Data Pasar 2026-05-13

Brent Tembus US$107, Hormuz Tertutup Jaga Premi Risiko

Harga Minyak menguat tajam pada hari Selasa (12/5) karena kesepakatan damai AS–Iran masih sulit dicapai, memperpanjang penutupan efektif Selat Hormuz dan gangguan pengiriman energi global. Brent kontrak Juli naik 3,4% dan ditutup di US$107,77 per barel, sementara WTI kontrak Juni menguat 4,2% dan ditutup di US$102,18 per barel di New York.
Kenaikan ini terjadi ketika Presiden AS Donald Trump mengatakan “hanya masalah waktu” sebelum Iran menyerah, sehari setelah ia menyebut gencatan senjata yang rapuh berada pada “massive life support.” Gencatan senjata berlaku sejak awal April dan tetap bertahan meski terjadi sejumlah flare-up kekerasan, termasuk serangan terhadap kapal, tetapi lalu lintas di selat penghubung Teluk Persia ke laut lepas tetap nyaris terhenti.
Menurut sumber yang mengetahui pembahasan, Iran merespons proposal perdamaian Trump dengan menuntut AS mencabut blokade angkatan laut dan memberikan keringanan sanksi, sambil tetap mempertahankan tingkat kontrol atas arus lalu lintas Hormuz. Di saat yang sama, pengetatan pasokan global meningkatkan biaya energi, mendorong kekhawatiran inflasi dan menambah tekanan politik domestik bagi Trump menjelang pemilu paruh waktu November, sehingga AS merilis Minyak dari cadangan daruratnya dengan laju rekor pekan lalu.
Isu ini berpotensi ikut mewarnai pertemuan Trump dengan Presiden China Xi Jinping pekan ini, mengingat China merupakan pembeli terbesar Minyak Iran dan mitra strategis Teheran. Departemen Keuangan AS pada Senin juga menjatuhkan sanksi kepada lebih banyak entitas yang disebut membantu penjualan Minyak Iran ke China.
Namun indikator kekuatan Pasar menunjukkan pelemahan dalam beberapa sesi terakhir ketika kilang mengurangi pembelian. Prompt spread Brent berada di sekitar US$4 per barel dalam backwardation, turun dari hampir US$10 pada awal bulan lalu. Ke depan, Pasar juga mencermati proyeksi EIA bahwa produksi Minyak AS dapat naik ke rekor 14,1 juta barel per hari pada 2027, sementara pertumbuhan permintaan global tahun ini diperkirakan hanya 200 ribu barel per hari (turun dari estimasi sebelumnya 1,2 juta). (arl)*
Sumber: Newsmaker.id

Panduan Analisis Pasar Keuangan

Untuk sukses dalam Software Trading dan investasi, penting untuk memahami berbagai alat analisis yang tersedia:

analisis fundamental

Analisis fundamental melibatkan studi mendalam tentang kondisi ekonomi, kebijakan moneter, dan faktor makro yang mempengaruhi Pasar. Tools seperti kalender ekonomi dan laporan fundamental menjadi kunci.

Analisis Teknikal

Analisis teknikal menggunakan data harga historis dan volume untuk memprediksi pergerakan masa depan. Indikator seperti moving average, RSI, dan MACD sering digunakan oleh trader.

Manajemen Risiko

Implementasi manajemen risiko yang tepat, termasuk position sizing dan stop-loss, sangat penting untuk keberlanjutan trading dalam jangka panjang.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Analisis Emas Terkoreksi, Ekspektasi The Fed Menguat - Data Pasar 2026-05-12 Previous post Emas Terkoreksi, Ekspektasi The Fed Menguat
Analisis Dolar Reli, Pasar Pangkas Harapan Cut Rate - Data Pasar 2026-05-13 Next post Dolar Reli, Pasar Pangkas Harapan Cut Rate