Harga Emas Menguat Lebih dari 1 Persen pada Selasa Siang

Ilustrasi emas (AP Photo/Jae C. Hong)
Jakarta, Beritasatu.com – Harga emas dunia menguat lebih dari 1% pada perdagangan Selasa (21/7/2026) siang, didorong harapan upaya diplomatik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran dapat meredakan konflik di Timur Tengah. Prospek perdamaian dinilai mampu menekan risiko lonjakan harga minyak dan mengurangi tekanan inflasi yang menjadi perhatian bank sentral AS.
Berdasarkan data Reuters, harga emas spot naik 1,2% menjadi US$ 4.054,24 per ons troi pada pukul 12.29 WIB. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Agustus 2026 menguat 1,1% ke level US$ 4.059,10 per ons troi.
Kepala Strategi Makro Global Tastylive, Ilya Spivak, mengatakan emas tampaknya mulai membentuk level dukungan kuat pada kisaran US$ 4.000 per ons troi sebelum kembali melanjutkan tren penguatannya.
“Emas terlihat sedang mencari pijakan di sekitar level US$4.000 dan berupaya melanjutkan kenaikan dari titik tersebut. Berita dari Timur Tengah masih memengaruhi pasar, meski dampaknya kini tidak sebesar sebelumnya,” ujar Spivak.
ADVERTISEMENT
Pada sisi lain, harga minyak terkoreksi seusai pasar mencermati laporan mengenai upaya mediasi antara AS dan Iran.
BACA JUGA
Meski demikian, ketegangan belum sepenuhnya mereda seusai kedua negara kembali saling melancarkan serangan, sementara kelompok Houthi di Yaman mengancam akan memberlakukan blokade laut terhadap Arab Saudi.
Logam mulia lainnya juga mencatat penguatan. Harga perak spot melonjak 2,8% menjadi US$ 57,99 per ons troi, platinum naik 1% ke US$ 1.610,06 per ons troi, sedangkan paladium menguat 1,2% menjadi US$ 1.267,68 per ons troi.
