Tekanan Fed Mereda, Dolar Masuk Fase Koreksi

Tekanan Fed Mereda, Dolar Masuk Fase Koreksi
Dolar AS melemah pada perdagangan Jumat (14/8) setelah data inflasi AS yang lebih terkendali membuat Pasar semakin mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve. Bloomberg Dollar Spot Index turun sekitar 0,2%, sementara DXY masih bergerak di bawah level psikologis 100. Pasar kini hanya memperkirakan peluang Fed hike September sekitar 35%.
Euro menjadi salah satu mata uang yang mendapat keuntungan dari pelemahan Dolar. EUR/USD naik sekitar 0,2% ke 1,1552. Poundsterling juga menguat sekitar 0,2% ke 1,3516, dibantu data pertumbuhan ekonomi Inggris yang lebih kuat dan berkurangnya ekspektasi pengetatan kebijakan The Fed.
Dolar Selandia Baru turut menguat, dengan NZD/USD naik sekitar 0,44% ke 0,5876. Kiwi pulih setelah sempat tertekan oleh rendahnya ekspektasi inflasi domestik, sementara Pasar masih memperkirakan sekitar 85% peluang kenaikan suku bunga Reserve Bank of New Zealand pada September. Dolar Australia bergerak di sekitar 0,7060 setelah RBA tetap membuka kemungkinan kenaikan suku bunga tambahan jika risiko inflasi kembali meningkat.
Yen Jepang juga menguat tipis sehingga USD/JPY turun menuju area 159, tetapi mata uang Jepang masih kehilangan sekitar 0,9% sepanjang pekan. Level 160 tetap menjadi perhatian karena Pasar melihatnya sebagai zona yang dapat kembali memicu intervensi. Spekulasi bahwa Bank of Japan dapat menaikkan suku bunga pada September turut memberikan sedikit dukungan kepada yen.
Sementara itu, krone Norwegia menjadi salah satu mata uang dengan kenaikan terbesar terhadap Dolar, didukung rebound harga Minyak. Brent kembali menguat menuju US$88 per barel. Franc Swiss justru relatif tertinggal dan melemah terhadap euro, dengan EUR/CHF sempat mendekati 0,94, level tertinggi sejak Agustus 2025.
Analisis Newsmaker: Pelemahan Dolar saat ini terutama berasal dari kombinasi CPI dan PPI AS yang relatif dingin serta menurunnya peluang Fed hike September. Kondisi tersebut membuka ruang Penguatan bagi euro, pound, kiwi, dan mata uang komoditas. Namun, kenaikan yield Treasury AS tenor 10 tahun ke sekitar 4,65%-4,66% dan risiko geopolitik Iran masih membatasi pelemahan Dolar. Fokus berikutnya tertuju pada Retail Sales AS; data konsumsi yang lemah dapat memperpanjang tekanan pada Dolar, sedangkan hasil yang kuat berpotensi memicu rebound DXY. (arl)
Sumber : Newsmaker.id
Panduan Analisis Pasar Keuangan
Untuk sukses dalam trading dan investasi, penting untuk memahami berbagai alat analisis yang tersedia:
analisis fundamental
Analisis fundamental melibatkan studi mendalam tentang kondisi ekonomi, kebijakan moneter, dan faktor makro yang mempengaruhi Pasar. Tools seperti kalender ekonomi dan laporan fundamental menjadi kunci.
Analisis Teknikal
Analisis teknikal menggunakan data harga historis dan volume untuk memprediksi pergerakan masa depan. Indikator seperti moving average, RSI, dan MACD sering digunakan oleh trader.
Manajemen Risiko
Implementasi manajemen risiko yang tepat, termasuk position sizing dan stop-loss, sangat penting untuk keberlanjutan trading dalam jangka panjang.
