Minyak Turun Jelang Sanksi Baru AS ke Iran

Read Time:3 Minute, 47 Second

Harga Emas bergerak dekat level tertinggi tiga bulan pada perdagangan Asia, Senin (24/8), setelah intervensi agresif Departemen Keuangan Amerika Serikat di Pasar Obligasi kembali memicu kekhawatiran terhadap pelemahan Dolar AS. Kondisi ini mendorong investor mencari aset alternatif di luar greenback.

Bullion naik hingga 0,5% ke atas US$4.620 per troy ounce, melanjutkan kenaikan mingguan ketiga secara beruntun. Pada pekan sebelumnya, Emas melesat lebih dari 5% setelah Departemen Keuangan AS mengumumkan peningkatan mengejutkan dalam program pembelian kembali Obligasi Pemerintah tenor panjang.

Langkah buyback tersebut menekan imbal hasil Treasury dan Dolar AS, sehingga menjadi katalis positif bagi Emas. Dolar yang lebih lemah biasanya mendukung komoditas yang dihargakan dalam mata uang tersebut, karena membuatnya lebih murah bagi pemegang mata uang lain.

Upaya Pemerintah AS untuk mengendalikan biaya pinjaman melalui intervensi langsung juga memunculkan kembali kekhawatiran terhadap kepercayaan Pasar pada Dolar. Situasi ini menghidupkan lagi tema debasement trade, yaitu strategi investor mencari perlindungan dari potensi penurunan nilai mata uang dan risiko utang Pemerintah.

Tema debasement sebelumnya ikut mendorong reli Emas sebesar 65% pada 2025. Kini, kekhawatiran serupa kembali muncul setelah Menteri Keuangan AS Scott Bessent menyatakan siap memperbesar buyback Obligasi yang biayanya lebih mahal, sekaligus menyiapkan inisiatif fiskal untuk menghadapi biaya pinjaman tertinggi dalam beberapa tahun.

Sentimen bullish Emas juga diperkuat oleh pernyataan pendiri Bridgewater Associates, Ray Dalio. Dalam unggahan LinkedIn pada Jumat, Dalio menyarankan investor mengurangi kepemilikan Obligasi dan menempatkan hingga 15% dana mereka di Emas untuk melindungi portofolio dari risiko krisis utang AS.

Pada perdagangan terbaru, Emas naik 0,4% ke US$4.619,17 per troy ounce pada pukul 07.53 waktu Singapura, setelah menguat 1,9% pada Jumat. Silver juga naik 0,4% ke US$69,29 per ounce, sementara platinum dan palladium bergerak relatif stabil.

Analisis Newsmaker: Penguatan Emas saat ini menunjukkan Pasar kembali sensitif terhadap isu kepercayaan pada Dolar AS dan risiko fiskal Amerika. Selama yield Treasury dan Dolar masih tertekan oleh program buyback, XAU/USD berpeluang mempertahankan momentum positif di area atas. Level US$4.600 kini menjadi area penting yang perlu dijaga; jika bertahan, Emas berpotensi menguji area US$4.650–US$4.700. Namun, jika Dolar AS rebound atau Pasar mulai menilai kebijakan Treasury sudah priced in, aksi profit taking tetap bisa muncul setelah reli tajam pekan lalu. (asd)*

Nikkei Melemah 0,69%, Saham Teknologi dan Transportasi Tertekan

Franc Swiss Menguat, Dolar AS Tertekan Kebijakan Buyback Treasury

Emas Tembus US$4.650, Yield Rendah dan Dolar Lemah Jadi Penopang

Yen Menguat, Ekspektasi Kenaikan suku bunga BoJ Tekan USD/JPY

Trump Pressures Iran; Oil Prices Near Three-Week Highs

Nikkei Naik Tipis, Investor Cermati Risiko Perang Dagang AS-Kanada

Minyak Turun ke US$86, Pasar Tunggu Sanksi Baru AS ke Iran

Yen Strengthens; Market Tests US Dollar’s Resilience

Hang Seng Anjlok 2,1%, Saham Teknologi Jadi Beban Utama

Gold Nears Three-Month High as “Debasement Trade” Returns to Focus

Emas Tembus US$4.650, Yield Rendah dan Dolar Lemah Jadi Penopang

Gold on Track for Third Weekly Rally; US Moves Act as Key Catalyst

Gold Holds Above US$4,500; Weak Dollar and Treasury Buybacks Fuel Rally

Gold Holds Above $4,500; Profit-Taking and Inflation Risks Cap Gains

Market & Economic IntelligencePlatform Insight On Macro,Commodities, Equities & Policy

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Analisis Minyak Turun Jelang Sanksi Baru AS ke Iran - Data Pasar 2026-08-24 Previous post Minyak Turun Jelang Sanksi Baru AS ke Iran
Analisis Emas Dekat Level Tertinggi Tiga Bulan, Debasement Trade Kembali Jadi Sorotan - Data Pasar 2026-08-24 Next post Emas Dekat Level Tertinggi Tiga Bulan, Debasement Trade Kembali Jadi Sorotan