Penutupan Sesi I, IHSG Hari Ini Masih Keok 17 Poin

Read Time:2 Minute, 2 Second
Ilustrasi IHSG

Ilustrasi IHSG (Beritasatu.com//David Gita Roza)

Jakarta, Beritasatu.com – Indeks harga saham gabungan (IHSG) melemah pada perdagangan sesi I, Senin (21/9/2026), di tengah penguatan mayoritas bursa saham Asia. Namun, kondisi tersebut tidak menghalangi sejumlah saham mencatat kenaikan signifikan.

IHSG turun 17,64 poin atau 0,27% ke level 6.423,51. Sepanjang sesi I, indeks bergerak fluktuatif dalam rentang 6.388-6.451.

GliaStudios

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), volume perdagangan mencapai 14,28 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 5,74 triliun. Frekuensi transaksi tercatat sebanyak 1.057.781 kali.

Dari keseluruhan saham yang diperdagangkan, sebanyak 329 saham menguat, 291 saham melemah, dan 168 saham stagnan. Sementara itu, indeks LQ45 turun 0,43%. Tekanan terbesar terjadi pada sektor infrastruktur yang melemah 0,49%. Berikutnya, sektor barang konsumsi primer turun 0,35%, sektor keuangan 0,15%, teknologi 0,12%, dan kesehatan 0,03%.

Sebaliknya, sejumlah sektor masih mampu mencatat penguatan. Sektor transportasi memimpin kenaikan dengan 1,41%, diikuti properti 0,76%, barang konsumsi nonprimer 0,55%, perindustrian 0,52%, dan energi 0,17%.

Pergerakan positif juga terlihat di bursa saham Asia. Indeks Shanghai di China naik 0,5%, Hang Seng di Hong Kong menguat 0,53%, sedangkan Straits Times Singapura bertambah 0,19%. Adapun Nikkei Jepang tidak diperdagangkan karena libur.

Di tengah pelemahan IHSG, enam saham mencatat kenaikan lebih dari 20% dan masuk jajaran top gainers. Salah satunya bahkan menyentuh batas kenaikan harga saham harian atau auto rejection atas (ARA).

Saham PT Wahana Inti Makmur Tbk (NASI) menjadi salah satu yang mencatat kenaikan signifikan. Harga saham NASI melonjak 24,79% menjadi Rp 292 per saham.

BACA JUGA

Kenaikan lebih tinggi dicatat saham PT Triniti Dinamik Tbk (TRUE), yang melesat 29,85% menjadi Rp 87 per saham. Kemudian, saham PT Saranacentral Bajatama Tbk (BAJA) naik 21,71% menjadi Rp 426.

Saham PT Bumi Benowo Sukses Sejahtera Tbk (BBSS) turut menguat 21,52% menjadi Rp 96. Selanjutnya, saham PT Cipta Selera Murni Tbk (CSMI) menanjak 20,69% menjadi Rp 210. Adapun saham PT Inter Delta Tbk (INTD) bertambah 20,33% menjadi Rp 296 per saham.

Pada sisi lain, tekanan tajam membayangi saham PT Kedaung Indah Can Tbk (KICI) dan PT Fortune Indonesia Tbk (FORU). Kedua saham tersebut merosot hingga menyentuh batas auto rejection bawah (ARB) dan menjadi bagian dari jajaran top losers.

Harga saham KICI turun 14,77% menjadi Rp 300. Sementara itu, saham FORU anjlok 14,29% ke level Rp 2.580.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Previous post Pertamina Percepat Produksi Migas, Dukung Kemandirian Energi Nasional