Harga Emas Dunia Menguat Tipis setelah Menyentuh Level Terendah

Read Time:1 Minute, 47 Second
Harga emas global menguat tipis hari ini.

Harga emas global menguat tipis hari ini. (AP)

Houston, Beritasatu.com – Harga emas dunia menguat tipis pada perdagangan Kamis (8/10/2026), setelah menyentuh level terendah dalam dua bulan pada sesi sebelumnya. Investor mencermati ketidakpastian arah suku bunga Federal Reserve (The Fed) di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap tingginya utang Amerika Serikat (AS).

Mengutip Reuters, harga emas di pasar spot naik 0,4% menjadi US$ 4.126,78 per troi ons. Pada perdagangan Rabu (7/10/2026), harga emas sempat menyentuh level terendah sejak 5 Agustus 2026, tertekan penguatan dolar AS dan kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS.

advertisement

Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Desember ditutup naik 0,4% menjadi US$ 4.157 per ons.

Di pasar logam mulia lainnya, harga perak di pasar spot turun 1,9% menjadi US$ 58,98 per ons. Sementara itu, platinum naik 0,1% menjadi US$ 1.637,41 per ons dan paladium menguat 0,1% menjadi US$ 1.126 per ons.

BACA JUGA

Indeks dolar AS dan imbal hasil obligasi pemerintah AS bertenor 10 tahun bertahan di level tinggi selama dua sesi berturut-turut.

Ahli strategi komoditas WisdomTree Nitesh Shah mengatakan kenaikan imbal hasil obligasi mencerminkan kekhawatiran yang semakin meluas terhadap tingginya tingkat utang. Menurut dia, emas berpotensi semakin diminati sebagai alternatif mata uang fiat dan aset pemerintah ketika beban utang terus meningkat.

Risalah rapat The Fed bulan lalu menunjukkan perbedaan pandangan di antara para pembuat kebijakan mengenai alasan untuk menaikkan suku bunga. Sebagian peserta menilai kenaikan suku bunga diperlukan untuk meredam dampak lonjakan harga energi dan komoditas lainnya.

Sementara itu, kelompok yang lebih hawkish memandang kenaikan suku bunga diperlukan untuk mengantisipasi inflasi yang dipicu peningkatan permintaan.

BACA JUGA

Shah menilai risalah tersebut menegaskan belum adanya arah kebijakan suku bunga yang pasti. Kondisi ini membuat pergerakan harga emas cenderung lebih bergejolak.

Gubernur The Fed Christopher Waller pada Kamis mengatakan kenaikan suku bunga tambahan kemungkinan masih diperlukan. Namun, dia menyebut terdapat fleksibilitas dalam menentukan laju kenaikan dan membuka peluang untuk menahan suku bunga pada Oktober.

Berdasarkan perangkat FedWatch milik CME, pelaku pasar memperkirakan peluang kenaikan suku bunga pada Oktober sebesar 17%. Sementara itu, probabilitas kenaikan pada Desember mencapai 81%.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Previous post Minyak Stabil, Pasokan Teluk Membaik Tekan Premi Risiko