Pemerintah Tambah Utang Rp 33 Triliun dari Lelang 8 SUN

Mata uang rupiah dan dolar AS. (Antara/Fakhri Hermansyah)
Jakarta, Beritasatu.com – Pemerintah berhasil menyerap dana senilai Rp 33 triliun dari lelang delapan seri Surat Utang Negara (SUN) yang digelar pada Selasa (23/9/2025).
Berdasarkan keterangan Direktorat Jenderal Pembiayaan dan Pengelolaan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan, total penawaran yang masuk pada lelang kali ini mencapai Rp 98,47 triliun. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan penawaran pada lelang SUN sebelumnya sebesar Rp 79,55 triliun.
00:00PreviousPlayNext
MuteFullscreen
Copy video url
Play / Pause
Mute / Unmute
Report a problem
Language
Share
Vidverto Player
advertisement
Serapan terbesar berasal dari seri SPN12260910 (pembukaan kembali), senilai Rp 7 triliun dari total penawaran Rp 9,47 triliun. Imbal hasil (yield) rata-rata tertimbang seri ini sebesar 4,8% dengan jatuh tempo 10 September 2026.
Dari seri FR0109 (pembukaan kembali), pemerintah menyerap Rp 5,3 triliun dari total penawaran Rp 24,42 triliun, dengan yield rata-rata 5,34%, jatuh tempo 15 Maret 2031.
Selanjutnya, seri FR0106 (pembukaan kembali) menyumbang Rp 5,2 triliun dari penawaran Rp 15,21 triliun. Seri ini memberikan yield rata-rata 6,74%, jatuh tempo 15 Agustus 2040.
Dari seri FR0107 (pembukaan kembali), pemerintah memperoleh Rp 4,85 triliun dari total penawaran Rp 10,11 triliun, dengan yield rata-rata 6,85%, jatuh tempo 15 Agustus 2045.
Seri FR0108 (pembukaan kembali) menghasilkan serapan Rp 4,7 triliun dari penawaran Rp 21,62 triliun, dengan yield rata-rata 6,27%, jatuh tempo 15 April 2036.
Seri FR0102 (pembukaan kembali) menyumbang Rp 2,35 triliun dari penawaran Rp 6,29 triliun, dengan yield rata-rata 6,88%, jatuh tempo 15 Juli 2054.
Sementara itu, dari seri SPN03251224 (penerbitan baru), pemerintah menyerap Rp 2 triliun dari penawaran Rp 5,58 triliun. Seri ini memberikan yield rata-rata 4,74%, jatuh tempo 24 Desember 2025.
Terakhir, pemerintah memperoleh Rp 1,6 triliun dari seri FR0105 (pembukaan kembali) dengan penawaran Rp 5,77 triliun. Seri ini mencatat yield rata-rata 6,89%, jatuh tempo 15 Juli 2064.
