Ekonomi Indonesia di Tengah Ujian Tekanan Global

Read Time:1 Minute, 4 Second
Burhanuddin Abdullah

Burhanuddin Abdullah (Beritasatu.com/Dayat)

Jakarta, Beritasatu.com – Perekonomian Indonesia tengah berada pada fase penentuan. Pada satu sisi, peluang pertumbuhan masih terbuka lebar. Pada sisi lain, tekanan global mulai menjadi ujian nyata bagi arah pembangunan nasional ke depan.

Situasi ini menjadi sorotan dalam diskusi ekonomi yang digelar Prasasti Center for Policy Studies di Jakarta. Para ekonom, pembuat kebijakan, dan pelaku usaha menilai Indonesia kini berada di titik krusial.

Sejumlah isu strategis mencuat dalam pembahasan, mulai dari hilirisasi industri, transformasi digital, hingga transisi energi. Ketiganya dinilai sebagai kunci untuk menjaga daya saing ekonomi di tengah perubahan cepat ekonomi dunia.

Meski stabilitas makroekonomi Indonesia masih relatif terjaga, para peserta diskusi mengingatkan, risiko eksternal tidak bisa diabaikan. Ketegangan geopolitik, perlambatan ekonomi global, hingga dinamika perdagangan internasional berpotensi menekan laju pertumbuhan nasional.

Mantan Gubernur Bank Indonesia Burhanuddin Abdullah menilai, Indonesia memiliki modal kuat, terutama bonus demografi dan agenda transformasi ekonomi yang telah berjalan. Namun, ia mengingatkan bahwa peluang tersebut harus dihadapi dengan sikap realistis.

“Indonesia punya potensi besar, tetapi kita juga berhadapan dengan kenyataan politik dan global yang keras,” ujarnya, di Jakarta, Senin (2/2/2026).

Burhanuddin menambahkan, keberhasilan menjaga pertumbuhan di kisaran 5% selama ini menjadi pijakan penting. Tantangannya, bagaimana menjaga kesinambungan pertumbuhan tersebut tanpa mengorbankan stabilitas di tengah ketidakpastian global yang semakin tajam.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Analisis Dolar Menguat, Pound Tertekan: Apa Pemicu Utamanya? - Data Pasar 2026-02-02 Previous post Dolar Menguat, Pound Tertekan: Apa Pemicu Utamanya?
Analisis Euro Melemah di Sesi Asia - Data Pasar 2026-02-02 Next post Euro Melemah di Sesi Asia