Antisipasi Konflik Venezuela, ESDM Tingkatkan Cadangan Minyak

Ilustrasi pengolahan minyak mentah di dalam negeri (Kementerian ESDM)
Jakarta, Beritasatu.com – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan peningkatan produksi minyak nasional menjadi salah satu langkah antisipasi Indonesia dalam menghadapi dinamika geopolitik global, termasuk gejolak politik yang terjadi di Venezuela.
Juru bicara Kementerian ESDM Dwi Anggia menjelaskan, pemerintah terus memperkuat ketahanan energi nasional melalui peningkatan cadangan strategis minyak serta optimalisasi produksi dalam negeri.
“Sebagai antisipasi, kami terus meningkatkan cadangan strategis minyak nasional, optimalisasi produksi,” ujar Dwi Anggia dilansir dari Antara, Selasa (6/1/2026).
Upaya peningkatan produksi minyak nasional dilakukan melalui optimalisasi pemanfaatan teknologi dan teknik produksi, seperti fracking, enhanced oil recovery (EOR), serta horizontal drilling guna mendongkrak tingkat produksi.
ADVERTISEMENT
ad
BACA JUGA
ESDM Pastikan Krisis Venezuela Tak Ganggu Pasokan Minyak RI
Selain itu, pemerintah juga menawarkan berbagai insentif untuk menarik minat investor hulu migas, antara lain melalui reformasi fiskal, percepatan proses perizinan, serta peningkatan investasi eksplorasi di wilayah frontier.
Pemerintah juga mendorong peningkatan produksi minyak dengan melakukan reaktivasi sekitar 4.500 sumur minyak idle yang tersebar di sejumlah wilayah. “Kondisi ini (situasi Venezuela) terus dipantau,” ucap Anggia.
Sekadar informasi, PT Pertamina Internasional Eksplorasi dan Produksi (PIEP) menegaskan bahwa aset minyak milik mereka di Venezuela tidak terdampak menyusul serangan Amerika Serikat (AS) ke negara tersebut.
BACA JUGA
AS Tangkap Presiden Venezuela, Langgar Hukum Internasional?
PIEP menguasai 71,09% saham perusahaan minyak dan gas asal Prancis, Maurel & Prom (M&P), yang memiliki aset di Venezuela. PIEP terus berkoordinasi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Caracas.
Upaya ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam menjaga keselamatan pekerja serta memastikan operasional tetap berjalan normal. PIEP selama ini aktif mengakuisisi dan mengelola lapangan migas di berbagai negara untuk mendukung kebutuhan energi domestik sekaligus memperkuat ketahanan energi nasional.
Hingga kini, Pertamina memiliki aset migas di 11 negara, antara lain Aljazair, Malaysia, Irak, Prancis, Italia, Tanzania, Gabon, Nigeria, Kolombia, Angola, dan Venezuela.
