Analisis Minyak AS Catatkan Kenaikan Mingguan Terbesar Sepanjang Sejarah Ditengah Perang Iran - Data Pasar 2026-03-07

Minyak AS Catatkan Kenaikan Mingguan Terbesar Sepanjang Sejarah Ditengah Perang Iran

Read Time:4 Minute, 50 Second

Analisis Minyak AS Catatkan Kenaikan Mingguan Terbesar Sepanjang Sejarah Ditengah Perang Iran - Data Pasar 2026-03-07

Minyak AS Catatkan Kenaikan Mingguan Terbesar Sepanjang Sejarah Ditengah Perang Iran

Minyak mentah AS membukukan kenaikan mingguan terbesar yang pernah tercatat, seiring perang di Iran mengacaukan arus energi global. Pengiriman lewat Selat Hormuz dilaporkan nyaris berhenti total, menambah tekanan pasokan dan mendorong harga Minyak melonjak tajam.
Pada Jumat (6/3), WTI melonjak 12% dan ditutup sedikit di bawah $91 per barel—kenaikan harian terbesar hampir dalam enam tahun. Brent ditutup mendekati $93 per barel. Momentum bullish juga dipanaskan oleh peringatan Iran bahwa Uni Eropa bisa menjadi “target yang sah” jika ikut terlibat dalam perang.
Gangguan pasokan regional makin terasa. Laporan Wall Street Journal menyebut Kuwait mulai memangkas produksi di beberapa ladang karena kapasitas penyimpanan menipis, menjadi sinyal terbaru bahwa output kawasan mulai terdampak langsung. Citigroup memperkirakan Pasar Minyak kehilangan sekitar 7–11 juta barel per hari akibat gangguan arus melalui Hormuz.
Kenaikan harga tetap terjadi meski Presiden Donald Trump memberi sinyal akan ada langkah “segera” untuk mengurangi tekanan harga. Namun Direktur National Economic Council Kevin Hassett membantah Gedung Putih akan segera mengakses Strategic Petroleum Reserve (SPR). “Kami punya rangkaian alat yang bisa dipakai,” kata Hassett.
Sejauh ini, Departemen Keuangan AS melonggarkan pembatasan kemampuan India untuk membeli Minyak Rusia, sementara US International Development Finance Corp mengumumkan rencana $20 miliar untuk re-asuransi maritim (termasuk risiko perang) di kawasan Teluk. Jepang juga dilaporkan mempertimbangkan penggunaan cadangan nasional, dan Pasar mulai berspekulasi adanya kemungkinan rilis cadangan darurat terkoordinasi dari beberapa negara untuk memaksimalkan dampak.
Namun dengan perang belum menunjukkan tanda mereda, Goldman Sachs menyoroti risiko skenario Minyak tembus $100/barel bila gangguan berlangsung lama. Kontrak diesel Eropa mengarah ke kenaikan mingguan lebih dari 50%, dan bank sentral mulai mengisyaratkan kekhawatiran atas potensi kembalinya Tingkat Inflasi.
Menurut Joint Maritime Information Center (JMIC), terjadi “hampir penghentian total” lalu lintas komersial melalui Hormuz. Penyebabnya mencakup ancaman keamanan, kendala asuransi, ketidakpastian operasional, dan gangguan efektif di jalur tersebut. Tekanan juga menjalar ke Pasar pengapalan: sebagian pengirim mulai memakai kapal lebih kecil dari Teluk AS ke Asia karena biaya tanker raksasa melonjak. Sementara itu, hanya sembilan VLCC kosong yang tersisa untuk penyimpanan terapung bagi produsen Timur Tengah—setelah penuh, tangki darat berisiko cepat penuh.
Konflik yang melibatkan sekitar belasan negara sejak kampanye AS–Israel dimulai pada 28 Februari bukan hanya menghambat pelayaran, tapi juga memukul infrastruktur: beberapa kilang dan tanker dilaporkan ikut terdampak, dan sebagian produsen mulai menahan/menurunkan output. Menteri energi Qatar bahkan memperingatkan crude bisa melonjak sampai $150/barel dalam 2–3 minggu jika tanker dan kapal dagang tak bisa melintas Hormuz.
Secara historis, sekitar 20 juta barel per hari Minyak dan produk petroleum melewati Hormuz (berdasarkan catatan International Energy Agency). Di tengah kesulitan mendapatkan pasokan, AS memberikan waiver jangka pendek agar India bisa membeli Minyak Rusia—namun disebut hanya mengizinkan transaksi untuk Minyak yang “sudah terdampar di laut”. India dilaporkan sudah membeli lebih dari 10 juta barel Minyak Rusia, dan Reliance Industries disebut masih mencari tambahan pasokan.
Goldman Sachs menilai gangguan berkepanjangan di Hormuz dapat mendorong harga jauh lebih tinggi, meski skenario dasar mereka saat ini mengarah ke pemulihan pengiriman secara bertahap dan rata-rata futures sekitar $76/barel pada kuartal II. Namun mereka menegaskan: bila aliran lewat selat tetap sangat rendah selama beberapa pekan, Brent bisa menembus $100/barel.
Di Asia, tanda-tanda pengetatan mulai muncul. China dilaporkan meminta kilang besar menghentikan ekspor diesel dan bensin untuk memprioritaskan kebutuhan domestik, sementara kilang Jepang meminta Pemerintah merilis Minyak dari cadangan strategis.
WTI (April) naik 12% dan ditutup di $90,90/barel (New York).  Sementara Brent (Mei) naik 8,5% dan ditutup di $92,69/barel.(mrv)
Sumber : Newsmaker.id

Analisis Komprehensif Pasar Minyak

Pasar Minyak dunia mengalami dinamika yang kompleks dipengaruhi faktor supply-demand, geopolitik, dan kebijakan energi global.

Faktor Penentu Harga Minyak

  • Kebijakan OPEC+: Kuota produksi dari kartel Minyak mempengaruhi supply global.
  • Data Inventori AS: Laporan mingguan EIA menjadi indikator penting demand.
  • Tensi Timur Tengah: Stabilitas kawasan produsen Minyak utama.
  • Permintaan Global: Pemulihan ekonomi pasca-pandemic mempengaruhi konsumsi.

Panduan Analisis Pasar Keuangan

Untuk sukses dalam trading dan investasi, penting untuk memahami berbagai alat analisis yang tersedia:

Analisis Fundamental

Analisis fundamental melibatkan studi mendalam tentang kondisi ekonomi, kebijakan moneter, dan faktor makro yang mempengaruhi Pasar. Tools seperti kalender ekonomi dan laporan fundamental menjadi kunci.

Analisis Teknikal

Analisis teknikal menggunakan data harga historis dan volume untuk memprediksi pergerakan masa depan. Indikator seperti moving average, RSI, dan MACD sering digunakan oleh trader.

Manajemen Risiko

Implementasi manajemen risiko yang tepat, termasuk position sizing dan stop-loss, sangat penting untuk keberlanjutan trading dalam jangka panjang.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Analisis Data Kerja AS Mengecewakan, Emas Rebound, Dolar Tertahan - Data Pasar 2026-03-07 Previous post Data Kerja AS Mengecewakan, Emas Rebound, Dolar Tertahan
Analisis Dolar Catat Pekan Terbaik sejak November, Loonie Menguat - Data Pasar 2026-03-07 Next post Dolar Catat Pekan Terbaik sejak November, Loonie Menguat