Analisis Brent Pulih, Pasar Pantau Rute Alternatif di Tengah Penutupan Hormuz - Data Pasar 2026-03-18

Brent Pulih, Pasar Pantau Rute Alternatif di Tengah Penutupan Hormuz

Read Time:3 Minute, 5 Second

Analisis Brent Pulih, Pasar Pantau Rute Alternatif di Tengah Penutupan Hormuz - Data Pasar 2026-03-18

Brent Pulih, Pasar Pantau Rute Alternatif di Tengah Penutupan Hormuz

Harga Minyak pulih dari penurunan sebelumnya ketika pelaku Pasar memantau upaya mengalihkan pasokan dari Selat Hormuz, sementara sebagian besar aliran Teluk Persia masih tersendat akibat perang di Iran. Brent diperdagangkan mendekati US$103 per barel setelah naik lebih dari 3% pada Selasa, di tengah sinyal yang berlawanan: Iran berjanji membalas atas serangan yang menewaskan kepala keamanannya Ali Larijani, sementara Presiden AS Donald Trump mengatakan konflik bisa diakhiri dalam waktu dekat.
Negara-negara Teluk mulai mengandalkan rute alternatif, namun kapasitasnya terbatas. Irak akan melanjutkan ekspor melalui pipa dari wilayah Kurdistan ke pelabuhan Ceyhan di Turki, tetapi pengalihan ini hanya dapat menampung sebagian kecil produksi Irak yang disebut telah turun menjadi sekitar sepertiga dari level sebelum perang. Dengan lalu lintas Hormuz pada dasarnya terhenti, Pasar menilai pemulihan pasokan fisik masih sulit terjadi tanpa perubahan situasi keamanan.
Brent telah naik hampir 70% sepanjang tahun, dengan lonjakan terbesar terjadi setelah serangan AS-Israel terhadap Iran dan serangan balasan Teheran terhadap aset energi serta pelayaran. Dampak utamanya adalah kenaikan harga energi dan kekhawatiran inflasi global, yang kini ikut membayangi agenda bank sentral—terutama menjelang pertemuan Federal Reserve pada Rabu, meski suku bunga diperkirakan tidak berubah.
Fokus Pasar tetap pada status Hormuz yang “secara teknis tertutup”, dengan akses dipandang semakin ditentukan kalkulasi politik, termasuk kemungkinan Iran hanya mengizinkan segelintir kapal lewat. Indikator Pasar juga masih liar: diskon WTI terhadap Brent sempat melebar di atas US$9, terbesar sejak Juli 2022, di tengah faktor lindung nilai terkait pelepasan cadangan darurat.
Westpac menilai Brent berpotensi bertahan pada “rezim harga” baru yang lebih tinggi di US$95–US$110 selama permusuhan belum menunjukkan tanda berakhir. Bank itu memperingatkan rentang dapat bergeser naik US$10–US$20 jika terjadi gangguan pada kilang besar atau ada konfirmasi penambangan tambahan di selat.(alg)
Sumber: Newsmaker.id

Panduan Analisis Pasar Keuangan

Untuk sukses dalam Analisis Trading dan investasi, penting untuk memahami berbagai alat analisis yang tersedia:

analisis fundamental

Analisis fundamental melibatkan studi mendalam tentang kondisi ekonomi, kebijakan moneter, dan faktor makro yang mempengaruhi Pasar. Tools seperti kalender ekonomi dan laporan fundamental menjadi kunci.

Analisis Teknikal

Analisis teknikal menggunakan data harga historis dan volume untuk memprediksi pergerakan masa depan. Indikator seperti moving average, RSI, dan MACD sering digunakan oleh trader.

Manajemen Risiko

Implementasi manajemen risiko yang tepat, termasuk position sizing dan stop-loss, sangat penting untuk keberlanjutan trading dalam jangka panjang.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %
Analisis USD/CHF Menguat, Pasar Menimbang Fed Hold dan Risiko Inflasi Energi - Data Pasar 2026-03-18 Previous post USD/CHF Menguat, Pasar Menimbang Fed Hold dan Risiko Inflasi Energi
Analisis Emas Turun ke Terendah, Pasar Menanti Sinyal The Fed - Data Pasar 2026-03-18 Next post Emas Turun ke Terendah, Pasar Menanti Sinyal The Fed