Minyak Naik, Keraguan Gencatan AS–Iran Pertahankan Risiko Hormuz

Minyak Naik, Keraguan Gencatan AS–Iran Pertahankan Risiko Hormuz
Harga Minyak menguat setelah Presiden AS Donald Trump meragukan keberlanjutan gencatan senjata dengan Iran usai menolak tawaran perdamaian terbaru Teheran, memperpanjang penutupan efektif Selat Hormuz yang vital bagi arus energi global. Pasar kembali menambahkan premi risiko karena jalur pengapalan yang hampir terhenti dinilai terus mengganggu pasokan Minyak mentah, gas alam, dan bahan bakar, sekaligus menghidupkan kembali kekhawatiran inflasi.
Brent diperdagangkan mendekati US$108 per barel setelah naik 2,9% pada sesi sebelumnya, sementara WTI mendekati US$102. Trump mengatakan “ini hanya masalah waktu” dengan Iran, sehari setelah ia menyebut gencatan senjata berada dalam “kondisi kritis”. Kesepakatan gencatan yang berlaku sejak awal April tetap bertahan meski terjadi peningkatan kekerasan, termasuk serangan terhadap kapal.
Menurut sumber yang mengetahui pembahasan, Iran merespons proposal Trump dengan menuntut AS mencabut blokade angkatan laut dan memberikan keringanan sanksi, sambil mempertahankan kendali atas lalu lintas Hormuz. Kepala analis A/S Global Risk Management, Arne Lohmann Rasmussen, menilai kegagalan negosiasi terbaru meningkatkan risiko penutupan Hormuz berlarut dan membuat Pasar fisik kembali ketat ketika faktor-faktor sementara yang sempat meredakan kekurangan menghilang.
Lonjakan Minyak memperkuat kanal inflasi, terutama lewat harga bensin. Data Biro Statistik Tenaga Kerja (rilis Selasa) menunjukkan inflasi AS meningkat pada April karena kenaikan biaya bensin dan bahan makanan, dengan harga bensin naik hampir 28% dalam dua bulan terakhir. Bret Kenwell dari eToro mengatakan tekanan biaya energi tidak hanya terasa di SPBU, tetapi juga tercermin dalam anggaran rumah tangga.
Isu perang juga diperkirakan menjadi salah satu fokus ketika Trump bertemu Presiden China Xi Jinping pekan ini, mengingat China disebut pembeli terbesar Minyak Iran. Departemen Keuangan AS pada Senin menjatuhkan sanksi tambahan kepada entitas yang membantu penjualan Minyak Iran ke China.
Namun, indikator keketatan Pasar menunjukkan pelemahan dalam beberapa sesi terakhir karena kilang mengurangi pembelian. Selisih harga Brent dalam struktur backwardation berada mendekati US$4 per barel, turun dari puncak hampir US$10 pada awal bulan lalu. Pada Selasa, WTI pengiriman Juni naik 4,0% menjadi US$101,97 per barel (11:00 pagi New York), sementara Brent penyelesaian Juli naik 3,4% menjadi US$107,75 per barel.
5 poin utama
–Minyak menguat setelah Trump meragukan gencatan AS–Iran, memperpanjang risiko penutupan efektif Selat Hormuz.
-Brent mendekati US$108/barel; WTI mendekati US$102, dengan lonjakan lanjutan tercermin pada harga penyelesaian Selasa.
-Iran disebut menuntut pencabutan blokade laut dan keringanan sanksi, sembari mempertahankan kontrol lalu lintas Hormuz.
-Kenaikan energi kembali mengangkat risiko inflasi; bensin AS naik hampir 28% dalam dua bulan terakhir.
-Meski risiko geopolitik tinggi, sinyal Pasar fisik melemah: backwardation Brent menyempit ke sekitar US$4 dari hampir US$10 bulan lalu.(gn)*
Sumber: Newsmaker.id
Analisis Komprehensif Pasar Minyak
Pasar Minyak dunia mengalami dinamika yang kompleks dipengaruhi faktor supply-demand, geopolitik, dan kebijakan energi global.
Faktor Penentu Harga Minyak
- Kebijakan OPEC+: Kuota produksi dari kartel Minyak mempengaruhi supply global.
- Data Inventori AS: Laporan mingguan EIA menjadi indikator penting demand.
- Tensi Timur Tengah: Stabilitas kawasan produsen Minyak utama.
- Permintaan Global: Pemulihan ekonomi pasca-pandemic mempengaruhi konsumsi.
Panduan Analisis Pasar Keuangan
Untuk sukses dalam trading dan Instrumen Investasi, penting untuk memahami berbagai alat analisis yang tersedia:
analisis fundamental
Analisis fundamental melibatkan studi mendalam tentang kondisi ekonomi, kebijakan moneter, dan faktor makro yang mempengaruhi Pasar. Tools seperti kalender ekonomi dan laporan fundamental menjadi kunci.
analisis teknikal
Analisis teknikal menggunakan data harga historis dan volume untuk memprediksi pergerakan masa depan. Indikator seperti moving average, RSI, dan MACD sering digunakan oleh trader.
Manajemen Risiko
Implementasi manajemen risiko yang tepat, termasuk position sizing dan stop-loss, sangat penting untuk keberlanjutan trading dalam jangka panjang.
